Salat Jumat di Masjid Ini Bonus Makan Gratis

436
Sebagian jamaah Masjid Al Fathonah Pugeran menikmati makan gratis usai salat Jumat.

KORANBERNAS.ID – Sejumlah masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggairahkan kembali tradisi sedekah Jumat dengan cara menyediakan makan gratis bagi jamaah.

Hal serupa dilakukan Takmir Masjid Al Fathonah Pugeran, bahkan program tersebut  sudah dirintis sejak beberapa tahun silam. Jumat (02/02/2018) kali ini pengurus masjid yang berada di lingkungan SD Negeri Suryodiningratan 2 Yogyakarta itu menyediakan nasi bungkus lauk telur dadar plus oseng bakmi.

Ibaratnya, usai menikmati santapan rohani ibadah wajib salat Jumat yang pahalanya baru bisa dipetik di akhirat kelak, jamaah juga memperoleh bonus santapan jasmani berupa sajian nasi bungkus.

Selain nasi, kadang-kadang ada tambahan roti. Atau cukup snack saja. Yang pasti, tersedia teh panas kental manis yang bisa dinikmati seraya berbincang santai di serambi. Semuanya merupakan sumbangan dari jamaah dan donatur.

Baca Juga :  Pecinta Mobile Legend Saling Tarung

Sejak awal, para pengurus maupun Ketua Takmir Masjid Al Fathonah, HM Fathoni SPd, memang sudah berkomitmen dana infak diperuntukkan bagi jamaah.

Rasanya kurang pas apabila infak terkumpul banyak tetapi hanya disimpan begitu saja.

Infak itulah yang dipakai untuk kelancaran kegiatan sosial kemasyarakatan maupun kemasjidan seperti pengajian rutin Ahad Pagi, pengajian rutin selapanan, pengajian rutin tafsir Al Quran Senin malam maupun kegiatan TPA.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIY Prof Muhammad MAg mengakui, potensi dana infak di Daerah Istimewa Yogyakarta memang sangat besar.

Pihaknya pernah melakukan riset, dari sekitar 7.000 masjid di DIY rata-rata dalam satu tahun terkumpul infak total Rp 296 miliar. Hanya saja ada kecenderungan dana infak tersebut ngendon.

Baca Juga :  Masyarakat Ekonomi Jogja Dukung NYIA

“Dana infak banyak yang ngendon di bank dan dompet bendahara masjid. Ini jangan ditulis, lho, nanti saya diturunkan,” kelakarnya disambut tawa wartawan tatkala menghadiri konferensi pers Kapal Kemanusiaan untuk Papua dan Palestina, di Bale Timoho Yogyakarta.

DMI merupakan organisasi nasional yang memiliki struktur di tingkat pusat sampai daerah. Lembaga yang dipimpin Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla tersebut konsens melakukan pengembangan masyarakat, persatuan umat Islam maupun pemberdayaan ekonomi.

Salah satu kegiatan yang sudah berjalan, lanjut Prof Muhammad, perbaikan perangkat sound system masjid. Ini sangat penting karena suara mbenging dari sound system bisa mengganggu kekhusyukan salat berjamaah. (sol)