Salatiga Hujan Abu

Diawali Suara Gemuruh Warga Kemudian Selamatkan Jemuran

140

KORANBERNAS.ID — Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Jumat (01/06/2018) pagi mengakibatkan wilayah Kota Salatiga Jawa Tengah hujan abu. Warga memilih bertahan di dalam rumah dan menyelamatkan semua jemuran pakaian daripada kotor terkena abu.

Hujan abu yang melanda Kota Salatiga mulai terjadi sekitar pukul 11:15. Hujan abu diawali dari terdengarnya suara gemuruh pada pagi hari.

“Pagi hari setelah selesai upacara hari kelahiran Pancasila terdengar suara gemuruh. Sepertinya Merapi mau meletus. Itu tidak lama karena hilang lagi,” kata Adit, siswa SMP yang baru pulang mengikuti upacara.

Tidak lama setelah suara gemuruh hilang, tidak ada informasi apa-apa. Namun dirinya terkejut saat hendak pergi ke masjid untuk salat pada siang harinya.

Baca Juga :  Desa Bantul Miliki Batik Khas. Seperti Apa?

“Mau berangkat ke masjid kok ada hujan abu. Terpaksa saya lari ke masjid sambil menutupi wajah dengan sarung,” terang warga Kelurahan Bugel Kecamatan Sidorejo itu.

Senada diungkapkan Totok. Warga Tingkir itu mengatakan hujan abu terjadi pada siang hari. Hujan abu juga membuat jemuran pakaian kotor. Dia juga memilih tinggal di dalam rumah daripada beraktivitas di luar rumah.

“Semua jemuran kotor. Saya masukkan saja ke dalam rumah. Saya juga pilih nonton di dalam rumah saja,” terang pekerja tambal ban itu.

Hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi cukup pekat. Atap rumah, jalan dan kendaraan yang diparkir di luar rumah kotor terkena abu.

Baca Juga :  Pelangi Budaya Bumi Merapi Semarakkan Pariwisata

Warga yang menyaksikan peristiwa langka itu ada yang menonton dari dalam rumah. (sol)