Salib Yesus Beri Pengharapan Baru

211
Gembala Sidang GPdi Hagios Family Sosrowijayan, Pendeta Samuel Suwondo (tengah) memimpin ibadah Jumat Agung di gereja setempat, Jumat (30/03/2018).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Wafatnya Yesus di kayu salib menjadi penanda akan pengharapaan hidup baru. Kematian Yesus untuk menebus dosa manusia jadi bukti kasih dan kebaikan Tuhan.

“Tuhan merendahkan diri sebagai manusia dan mati di kayu salib pada Jumat Agung. Teladan Yesus tersebut, menurut Pendeta bisa menjadi suri teladan yang positif bagi manusia ditengah banyak pihak yang apatis terhadap gereja. ,” ujar Pendeta Samuel Suwondo, Gembala Sidang GPdi Hagios Family Sosrowijayan dalam kotbah ibadah Jumat Agung di gereja setempat, Jumat (30/03/2018).

Pengharapan itu muncul seperti dalam cerita dua orang penjahat yang ikut salib di kiri dan kanan Yesus di Bukit Golgota. Di saat kematian menjemput, salah satu penjahat mengaku dosa pada Yesus untuk mendapatkan pengampunan.

Baca Juga :  Dinamika PPP DIY Terbilang Unik

Perjumpaan dengan Yesus itulah yang bisa menjadi teladan bagi manusia untuk tetap berpengharapan meski dalam tekanan. Karenanya di masa apapun, manusia perlu mendekat pada Tuhan, bukan sebaliknya menjauhi-Nya.

“Saat kita memeluk salib Yesus, maka ada pengharapan dan sukacita yang tidak terbatas,” paparnya.(yve)