Salut, PAD Sleman Tahun 2017 Lampaui Target

611
Kepala BKAD Kabupaten Sleman Harda Kiswaya (kanan) menjelaskan capaian PAD Kabupaten Sleman, Selasa (09/01/2018). (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman Tahun 2017 mencapai lebih dari Rp 825 miliar. Dan ternyata angka tersebut melampaui target setelah perubahan yaitu sebesar lebih dari Rp 718 miliar.

“Dengan demikian PAD Sleman tercapai sekitar 114 persen,” kata Haris Sutarta, Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman, Selasa (09/01/2018).

Sampai akhir 2017 capaian PAD di kabupaten ini bisa melebihi target. Angka Rp 825 miliar tersebut terdiri dari target wajib pajak Rp 449,6 miliar dan tercapai Rp 528,4 miliar.

Retribusi daerah tercapai Rp 48,4 miliar dari target Rp 42,6 miliar. Begitu pula hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercapai Rp 36,2 miliar atau sesuai target.

Sedang untuk lain-lain, lanjut Haris, pendapatan asli daerah yang sah dari target Rp 189,5 miliar mampu tercapai Rp 211,8 miliar.

“Kemudian kalau kita jabarkan, yang kami tangani yaitu 10 jenis pajak daerah. Dari pajak hotel target Rp 75 miliar tercapai Rp 85,1 miliar. Restoran target sebesar Rp 62 miliar, tercapai Rp 69,6 miliar,” jelas Haris.

Adapun Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi penyumbang angka tertinggi pada sektor pajak daerah yaitu mencapai Rp 176,2 miliar.

Kepala BKAD Sleman, Harda Kiswaya SE MSi, menambahkan melihat capaian Sleman 2017 ini menjadi tantangan tersendiri untuk terus meningkatlan PAD Sleman di tahun mendatang. Dua atau tiga tahun yang akan datang PAD Sleman diharapkan mampu mencapai Rp 1 triliun.

Pihaknya juga menggunakan akuntan publik dalam data-data wajib pajak. Selain transparan, masyarakat juga tidak bisa bohong terkait data wajib pajak.

“Data-data wajib pajak kita menggunakan akuntan publik yang kita lelangkan. Betul-betul murni hasil lelang. Ngapusi data, masyarakat akan berpikir. Kita transparan dan tentunya juga  bekerja sama dengan instansi-instansi lain,” tutur Harda. (sol)