Salut, Para Pemuda Memilih Jadi Petani

171
Peserta program Garda Mapan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan BPO DIY. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Sebagian masyarakat menganggap pemuda tidak lagi berminat menjadi petani. Menjawab tantangan itu, Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY membuat Program Gerakan Pemuda Mandiri Pangan (Garda Mapan).

“Program ini bernama Garda Mapan, dibuat untuk menjawab tantangan dan anggapan masyarakat bahwa generasi muda tidak lagi suka bertani. Selain itu, juga untuk mengangkat potensi pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkap Edi Wahyudi, Kepala BPO DIY.

Pada angkatan pertama program tersebut tahun 2017, berhasil dididik 15 orang pemuda dan pemudi yang konsens bidang agrobisnis. “Peserta dilatih selama 14 hari sehingga mampu memiliki keterampilan di bidang pertanian. Program ini bernama Garda Mapan,” kata dia.

Baca Juga :  Nekat Merokok di Tempat Ini Denda Rp 500 Ribu

Sedangkan seleksi angkatan kedua berlangsung Selasa (10/04/2018). Sebagai ajang pelatihan, BPO DIY menyediakan lahan di daerah Sleman yang disewa dua tahun. Disediakan pupuk, bibit, obat-obatan maupun peralatan pertanian.

“Dari 15 orang setiap tahun itu kemudian membentuk komunitas Garda Mapan yang nantinya akan mengolah hasil pertanian. Diharapkan para petani muda ini mampu menjawab tantangan sekaligus memberikan lapangan kerja baru di bidang pertanian,” tambahnya.

Staf BPO DIY, Suyamto Ghoyim, menambahkan program ini berlangsung setiap tahun sekaligus sebagai bentuk dukungan mempertahankan lahan produktif pertanian di DIY agar tidak dijual untuk kepentingan non-pertanian.

Yang pasti, Garda Mapan harus mampu memberikan nilai tambah pada lahan pertanian sehingga profesi bertani menarik dan menjadi pilihan para generasi muda.

Baca Juga :  1.225 Calon Jamaah Haji Sleman terbagi 4 Kloter

Terkait dengan teknologi, komunitas Garda Mapan bentukan BPO DIY akan aktif mengikuti perkembangan yang ada, terutama bidang pertanian dan pengolahan pangan.

Yang unik, seleksi mengikuti program ini sangat ketat, mengingat pertanian merupakan sektor minat khusus, maka hanya para pemuda yang memiliki ketertarikan pertanian yang diterima mengikuti program Garda Mapan. (sol)