Salut, Sekolah Ini Turunkan Biaya SPP

997

KORANBERNAS.ID–Ini kabar gembira bagi orang tua siswa di SMA Negeri 1 Purbalingga.Pasalnya, Sumbangan Peran Serta Masyarakat (PSM) atau biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang dibayarkan setiap bulan oleh setiap siswa di sekolah ini, mulai 1 Januari 2018, turun pada kisaran angka Rp 50 rb – Rp100 rb. Bahkan, dari 1.182 siswa di sekolah ini, terdapat 154 siswa yang tidak dikenai biaya seper pun alias gratis sampai tamat. Meskipun demikian, kualitas pendidikan di SMA favorit ini tetap terjaga, bahkan terus ditingkatkan.

“Penurunan Sumbangan Peran Serta Masyarakat atau SPP dari orang tua siswa,karena Pemerintah Provinsi Jateng mulai 1 Januari 2018 mengucurkan dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) untuk SMA/SMK, dan Sekolah Luar Biasa. Termasuk SMAN 1 Purbalingga tahun 2018 ini menerima kucuran BOP dari Provinsi sebesar Rp 904 juta,” ujar kepala SMAN 1 Purbalingga, Drs.Kustomo pada rapat dengan jajaran Komite SMAN 1 Purbalingga, di SMAN 1 Purbalingga, Selasa sore (13/3/2018).

Seperti diketahui, sejak tahun 2017, alih kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke Provinsi.Sehingga terkait dengan pendanaan pun menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Jateng.

Menurut Kustomo, pada tahun 2017/2018 ini, SMAN 1 memiliki 1.182 peserta didik atau siswa. Dalam hal ini, dana operasional yang dibutuhkan setiap tahun sebesar Rp 3,9 milyard.Dana itu berasal dari Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Sumbangan Peran Serta Masyarakat (PSM) yang dikumpulkan melalui persetujuan orang tua siswa bersama Komite SMAN 1 Purbalingga. Untuk dana BOS,setiap siswa menerima 1,4 juta/tahun,sehingga total BOS yang diterima Rp 1,6 Milyard.

Baca Juga :  Ini Cara KPU Purbalingga Sukseskan Pemilu 2019

“Kekurangannya sebesar Rp 2,3 milyar dipenuhi dari sumbangan PSM. Untuk memenuhi kekurangan itu, SPP setiap siswa yang dibayarkan setiap bulan bervariasi,tergantung kemampuan ekonomi orang tua masing-masing. Namun berkisar Rp 0 sampai tertinggi Rp 225 rb,”jelas Kustomo.

Dalam perkembangannya, lanjut Kustomo, pada tahun 2018 ini, pihaknya menerima kucuran dana BOP dari Provinsi yang digunakan untuk meringankan beban sumbangan PSM. Setiap siswa menerima dana BOP Rp 765 rb/tahun atau Rp 63 rb/bulan,sehingga dikalikan 1.182 siswa, dana BOP yang diterima sebesar Rp 904 juta/tahun.

“Sehingga kami masih kekurangan Rp 1,32 M. Setelah kami lakukan perhitungan ulang, SPP yang dibayarkan setiap siswa mulai Januari 2018 menurun,kisarannya SPP yang dibayarkan persiswa Rp 0 sampai tertinggi Rp 160 rb.Atau penurunannya sekitar Rp 50 rb – Rp 100 rb. Jelasnya,saat ini ada enam golongan pembayaran SPP di SMAN 1 Purbalingga ,yakni Rp 0 (gratis), Rp50 rb, Rp 75 rb, Rp 105 rb, Rp130 rb, dan Rp Rp160 rb (tertinggi).

Sebelumnya, SPP yang dibayarkan per siswa bervariasi antara Rp 0 hingga tertinggi Rp 225 rb/bulan,” jelas Kustomo.

Kustomo mencontohkan, siswa yang semula SPP nya per bulan Rp 163.500,- , Rp 200 rb dan Rp 225 rb, kini turun menjadi Rp 160 rb.Sedangkan siswa yang tadinya membayar Rp 50 rb dan Rp 75 rb, kini gratis. Dan yang sudah gratis, tetap gratis.

Berdasarkan perhitungan ulang itu pula, lanjut Kustomo, jumlah siswa yang gratis pun menjadi bertambah. “Jika semula dari 1.182 siswa hanya 126 siswa,kini siswa yang gratis karena memang kemampuan orang tuanya tidak memungkinkan menjadi 154 siswa,” terang Kustomo.

Baca Juga :  Bus Terbakar di Sedayu, Penumpang Berhamburan

Kustomo menjamin, meskipun pembayaran SPP menurun, namun kualitas pendidikan di SMAN 1 Purbalingga , tetap terjaga. Bahkan, pihaknya bertekad untuk terus meningkatkan kualitas lulusannya.

“Target kualitas lulusan kami, 75 persen diterima di perguruan tinggi negeri (PTN),” tegas Kustomo.

Pada lulusan 2016/2017 lalu, dari 397 siswa lulus,yang diterima di PTN baik lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur undangan dan jalur seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri di setiap PTN, ada 289 siswa.

Mereka tersebar diterima di UGM,UI, ITB, Unpad,Unnes,UNY,Unsoed,Unair, Unibraw dan sebagainya. Dan 60 orang lainnya di terima di PT kedinasan,seperti STAN, STIS, STTD,STPDN dan politeknik Kesehatan. Selebihnya kuliah di PTS.

“Melihat data itu, target kami tercapai 79 persen lebih, atau terlampaui. Ini menunjukkan bahwa kualitas lulusan SMAN 1 Purbalingga mampu bersaing dengan lulusan SMA-SMA lainnya dari berbagai kota di Indonesia, ” tegas Kustomo.

Saat ini,lanjut Kustomo, menjelang siswa kelas XII mengikuti UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), dan menunggu proses seleksi jalur undangan /SNMPTN diumumkan,pihaknya terus menjalin kerjasama menghadirkan sejumlah PTN ternama ke SMAN Purbalingga.

“Kami sudah mengundang UGM,Undip,Unnes dan Unsoed untuk berkomunikasi dengan pihak sekolah dan orang tua siswa Klas XII. Dalam waktu dekat,kami juga akan segera mengundang UI dan ITB,” tegas Kustomo.(yve)