Sambang Rumah Warga Muslim, Jadi Kegiatan Rutin OMK Saat Tarawih

296
Ilustrasi. (Pasificpos.com)

KORANBERNAS.ID–Di sejumlah dusun di wilayah Desa Pagerharjo, Orang Muda Katholik (OMK) melakukan Sambang Kediaman atau Sambang Rumah warga umat Muslim saat memasuki waktu Salat Tarawih.

Salah seorang warga setempat, Bowo Pristiyanto menuturkan, sambang tersebut dilakukan sejak awal Ramadan 2018.

“Kami keliling kampung menyambangi rumah-rumah yang kosong ditinggal pemiliknya yang Salat Tarawih,” kata dia, Minggu (20/5/2018).

Bowo mengatakan, aksi kecil dan sederhana tersebut, apabila dilakukan secara tulus dan terus-menerus akan melahirkan energi positif. Selanjutnya, dapat menjadi pupuk untuk merawat dan menumbuhsuburkan persaudaraan sejati sesama anak bangsa.

“Kami juga ingin mengucapkan selamat beribadah puasa Ramadan bagi saudara kami umat Muslim. Kebaikan pasti menunggu di akhir perjalanan spiritual yang dijalani saat ini,” ungkap Andre warga OMK lainnya.

Dalam aksi sambang, OMK juga mengamati kondisi sekitar rumah dengan bantuan cahaya senter. Agar mengetahui apakah ada aktivitas tidak beres atau mencurigakan yang perlu diwaspadai, ketika rumah ditinggal penghuninya beribadah. Jadi semacam meronda.

Kegiatan sambang dilatarbelakangi dengan adanya aksi ledakan bom bunuh diri, di beberapa lokasi di Surabaya yang merenggut banyak korban.

Ia menilai, tindakan yang tidak berperikemanusiaan itu jauh dari nalar genap dan logika spiritualitas sebuah reliji, yang mestinya merawat kehidupan bukan sebaliknya.

Aksi sambang rumah merupakan bentuk kepedulian yang bersifat antisipasi terhadap keamanan lingkungan. Ia menolak menyebut Desa Pagerharjo tidak kondusif. Aksi itu disebutnya sebagai wujud nyata toleransi. Muncul spontan, berjalan begitu saja tanpa rencana mendetail.

Selain itu, beda agama bukan berarti menjauhkan satu dengan yang lainnya. Sebaliknya, tetap mendekatkan bahkan meneguhkan terhadap religi yang dianut masing-masing. (SM)