Sambut Ramadhan Warga Gelar Haul Massal

92
Ketua MUI KH Yakub Mubarok memberikan tausiah Haul Massal Sambut Ramadhan 1439 H. (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Warga Dusun Wirodono dan Wirosari Desa Karangtejo Kecamatan Kedu, menyelenggarakan pengajian Haul Massal di makam dusun setempat, Senin (14/05/2018).

Haul diisi pembacaan tahlil dan pengajian yang diselenggarakan dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan 1439 Hijriyah. Sehari sebelumnya warga bekerja bakti membersih lingkungan pemakaman.

Pembacaan tahlil dipimpin Kiai Samhari Resno, sedang pengajian menghadirkan pembicara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Temanggung KH Yakub Mubarok dari Parakan.

Hadir pula para perangkat desa, alim ulama, tokoh masyarakat dan segenap warga desa bahkan warga perantauan yang menyempatkan pulang kampung.

Warga dengan khusyuk membaca doa tahlil yang untuk mendoakan orang tua ataupun anggota keluarganya yang sudah meninggalkan dunia agar diampuni dosanya dan diterima amal ibadahnya, serta mendapat tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT sehingga kelak digolongkan umat penghuni surga.

Ketua Panitia Pengajian Khoul, H Bahrodin, mengatakan acara haul ini merupakan yang ketujuh kalinya dan diselenggarakan pada bulan Sya’ban, berkat kerja sama antara warga Dusun Wirosari dan Wirodono.

Tujuannya untuk mendoakan para orangtua ataupun kerabat yang sudah lebih dulu menghadap Saang Khaliq. Selain itu, juga memberikan siraman rohani lewat pengajian, agar warga muslim lebih khusyuk dan tawaduk beribadah, utamanya dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan nanti.

Baca Juga :  Susul Daging Ayam, Harga Sayuran Naik

Di sisi lain, juga sebagai upaya untuk membangun jalinan silaturahmi antarwarga kedua dusun agar lebih erat, demi tetap tegaknya syiar Islam.

Pengajian haul massal merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun menjelang bulan Ramadan, dan tempatnya bergiliran di kedua dusun tersebut atau di makam dusun.

“Penyelenggaraan haul massal ini juga sebagai perwujudan darma bakti keluarga yang masih hidup kepada para leluhur yang sudah meninggal menghadap Allah SWT, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga lewat bahasa agama. Diharapkan ketika memasuki Ramadan bisa beribadah puasa dengan khusyuk dilandasi hati yang bersih dan niat suci”, tambahnya.

KH Yakub Mubarok dalam tausiahnya mengatakan, haul massal yang ditandai bersih dan ziarah kubur, mengirim doa tahlil serta pengajian merupakan wujud nyata berbakti kepada orang tua dan para leluhur.

Adapun kepada orang tua yang masih hidup, menurutnya, kaum muslimin diwajibkan berbakti yakni senantiasa bersikap hormat dan patuh, serta mengedepankan akhlak mulia kepada keduanya.

Rajin salat

Dia juga mengingatkan kepada  umat Islam agar rajin beribadah salat wajib lima waktu. Pada saat dihisab nantinya, yang pertama kali ditanyakan adalah amal ibadah salat.

Baca Juga :  Waspada, 2.418 Orang Positif Pra Kanker

Bila salat diterima maka amal ibadah yang lain juga diterima. Namun sebaliknya jika ibadah salatnya tidak diterima maka amalan ibadah lainnya tidak diterima.

Wajib hukumnya menjalankan ibadah salat dengan sebaik-baiknya, diutamakan dengan berjamaah di masjid atau mushala.

Birul Walidain wajib hukumnya bagi kita untuk senantiasa berbakti kepada orangtua baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia menghadap Allah SWT. Durhaka atau tidak berbakti kepada orang tua, tergolong dosa besar yang ancamannya siksa api neraka,“ paparnya.

Berkait datangnya bulan suci Ramadan 1439 Hijriyah, Yakub Mubarok meminta umat Islam agar menyambutnya dengan penuh suka cita.

Hal tersebut antara lain diwujudkan dengan menyiapkan fisik dan mental, agar ibadah puasa Ramadan dapat berjalan lancar selama satu bulan penuh untuk berperang melawan hawa nafsu.

Di samping berpuasa dan salat lima waktu, umat Islam juga ditekankan untuk menjalankan ibadah salat tarawih serta memperbanyak tadarus Al Quran.

Setelah beribadah puasa, umat Islam merayakan hari kemenangan Idul Fitri. Kadar iman dan takwa kepada Allah SWT semakin meningkat dilandasi semangat amar makruf nahi munkar. (sol)