Samsung Terjunkan Relawan Dampingi “StartUp” di Jogja

88
Kang Hyun Lee, VP Corporate Business and Corporate Affairs Samsung Electronics Indonesia, bersama Hari Sungkari dari Bekraf dan Dr Hargo Utomo dari UGM, saat memberikan keterangan terkait program GSAP. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Melanjutkan komitmen untuk berkontribusi meningkatkan kualitas kehidupan di seluruh dunia, Samsung Electronics Co. Ltd meluncurkan Global Startup Acceleration Program (GSAP) di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari pembinaan bagi para mahasiswa maupun usia pekerja yang sedang merintis usaha startup kurang dari dua tahun.

Sesi pembinaan dalam Samsung GSAP 2018 ini dilaksanakan di Yogyakarta, dari tanggal 23 hingga 27 Juli 2018, melibatkan 32 relawan karyawan Samsung sebagai mentor dan 23 tim startup yang terpilih dengan total 63 peserta dari Jakarta, Medan, Bandung, Surakarta, Semarang dan Yogyakarta.

Di akhir pelatihan, tiga startup dengan ide pengembangan terbaik dipilih untuk mendapatkan pembinaan Ianjutan selama enam bulan dan berkesempatan mengikuti kompetisi berskala Asia Pasifik dan Oceania, bersaing dengan negara lain seperti India, Malaysia, dan juga Afrika Selatan.

Kang Hyun Lee, VP Corporate Business and Corporate Affairs Samsung Electronics Indonesia, mengatakan, kepedulian Samsung akan pertumbuhan kualitas startup di Indonesia ini sejalan dengan gerakan nasional 1.000 startup digital yang dicanangkan oleh Jokowi. Ini merupakan strategi untuk membuat Indonesia menjadi titik fokus ekonomi digital di Asia.

Baca Juga :  Margaria Group Peduli Korban Badai Cempaka

“Samsung hadir di Indonesia untuk menginspirasi masyarakat terutama generasi mudanya agar menjadi lebih produktif berkarya dan bisa melakukan lebih banyak hal dengan bantuan inovasi dan teknologi. Kami juga secara aktif ingin mendukung pemerintah dalam memajukan bangsa,” katanya.

StartUp bersama mentor berfoto usai pitching program. (istimewa)

Program ini, katanya, dilakukan agar pelaku startup digital di Indonesia bisa lebih teredukasi dan termotivasi untuk mengembangkan bisnis mereka dengan wawasan global dan mampu menghadapi tantangan dengan mempelajari pengalaman dari para ahlinya.

Dengan demikian, bisnis mereka dapat membuka lebih banyak lapangan kerja, memperkuat ekonomi negara dan mendukung misi pemerintah dalam menghasilkan 1.000 startup digital di tahun 2020.

Selain Indonesia, akan ada empat negara yang menjadi tujuan Program GSAP tahun ini, dan implmenetasinya di Indonesia dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Universitas Gajah Mada yang juga menjadi tuan rumah selama proses pembinaan berlangsung.

Baca Juga :  Jogja Ternyata Punya Ikon Air Mineral Lokal

Program GSAP ini juga mendapat dukungan positif dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) yang turut dalam proses pemilihan tiga startup terbaik dalam program lini.

“Selain proses inovasi dari ide hingga menjadi produk yang menghasilkan nilai di pasar, startup juga perlu membangun tim pendiri yang kuat dan berkomitmen, mengembangkan keduanya bersama-sama menjadi bisnis dan organisasi yang bertumbuh. Pelatihan seperti ini dapat membantu mereka membangun fondasi yang kuat, sehingga dapat membuka kesempatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan,” jar Hari Sungkari, Deputi lnfrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).(*/SM)