Sangaji Technopark Akhirnya Terwujud

447
Launching Sangaji Technopark SMKN 2 Yogyakarta, Jumat (24/08/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Mimpi para guru maupun siswa SMK Negeri 2 Yogyakarta untuk memiliki fasilitas technopark akhirnya terwujud, menyusul diluncurkannya Sangaji Technopark SMKN 2 Yogyakarta, Jumat (24/08/2018), di sekolah setempat Jalan AM Sangaji Jetis Kota Yogyakarta.

Launching fasilitas tersebut ditandai pemukulan gong dilanjutkan pengguntingan pita oleh Purwanto SPd MSi, Pengawas Pembina SMK Kota Yogyakarta yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.

Turut mendampingi, Kepala SMKN 2 Yogyakarta Dodot Yuliantoro SPd MT, Direktur Sangaji Technopark SMKN 2 Yogyakarta Untung Suprapto, serta tamu undangan dari kalangan dunia usaha dan Kadin DIY.

Kepada wartawan di sela-sela acara Untung Suprapto memaparkan, pendirian Sangaji Technopark SMKN 2 Yogyakarta merupakan salah satu implementasi pencanangan program Pendidikan Menengah Universal (PMU), untuk mencapai Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah sebesar  97 persen pada 2020.

Pada 2017, Direktorat Pembinaan SMK mengalokasikan dana bantuan pengembangan technopark sejumlah 20 paket. Ini dimaksudkan untuk mewujudkan adanya SMK yang dijadikan sebagai rujukan bagi SMK di sekitarnya.

“Dari 20 SMK yang mendapatkan paket salah satunya adalah SMK Negeri 2 Yogyakarta,” ujarnya.

Tamu undangan meninjau fasilitas Sangaji Technopark SMKN 2 Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Dia mengakui, sudah lama SMKN 2 Yogyakarta  ingin mengembangkan technopark, mengingat pentingnya fasilitas itu sebagai jembatan antara institusi pendidikan bidang TIK (Teknologi Informasi dan Komukasi) dengan dunia industri.

Baca Juga :  Status Merapi Tetap Normal

Sekolah kejuruan yang memiliki program keahlian Teknologi Komputer dan Informatika serta memiliki jumlah sumber daya manusia yang cukup ini, berkomitmen terus mengembangkan aplikasi dan riset terapan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Sangaji Technopark merupakan salah satu upaya kami dalam menghadapi era digitalisasi Revolusi Industri 4.0, dengan pengembangan start up dan belajar berwirausaha melalui TIK,” tambahnya.

Fasilitas Sangaji Technopark terdiri dari ruang pameran atau show room, co-working space, ruang pertemuan berkapasitas 15 orang dan kantor.

Para siswa pun menyambut kehadiran Sangaji Technopark. Ini bisa dilihat dari calon start up yang ada.

Yang pasti, fasilitas itu mampu menumbuhkan ide-ide kreatif para siswa untuk mengembangkan aplikasi ataupun start up.

Adapun 15 calon start up itu di antaranya aplikasi local community, web/aplikasi yang menyajikan informasi tentang event, hangout, tempat wisata.

Kemudian, map Gedung SMKN 2 Yogyakarta, aplikasi penyedia jasa/tukang, smartphone ramah anak dan aplikasi chat untuk sekolah maupun smarthome.

Ada pula aplikasi lelang yang berguna menjembatani anak-anak kos di Jogja ketika selesai kuliah ingin menjual barang-barangnya.

Ada pula software pengajuan praktik kerja lapangan, supaya siswa tidak perlu bolak balik berkirim surat ke industri.

Baca Juga :  Ini Peringatan untuk Warga Penolak Bandara
Foto bersama usai Launching Sangaji Technopark SMKN 2 Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Kepala SMKN 2 Yogyakarta Dodot Yuliantoro SPd MT menambahkan, menyikapi Revolusi Industri 4.0 mau tak mau pihaknya harus bergerak cepat.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang juga dituntut mampu mengejar kecepatan laju sektor industri.

Dengan adanya fasilitas Sangaji Technopark diharapkan para siswa sekolah ini memiliki daya saing tinggi serta unggul di bidang teknologi.

Dalam sambutannya, Purwanto yang juga mewakili Kepala Balai Dikmen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk SMKN 2 Yogyakarta.

“Sangaji Technopark ini sangat strategis. Kami berharap SMKN 2 Yogyakarta menjadi salah satu unggulan di DIY. Dana sudah dikucurkan luar biasa dari pusat dan daerah. Manfaatkan ini dan kembangkan. Lebih cepat lebih baik,” ungkapnya.

Menurut Purwanto, Sangaji Technopark ibarat embrio bagi lahirnya fasilitas serupa di sekolah lain. Ke depan pihaknya siap mendorong pendirian technopark, tidak hanya fokus pada TIK tetapi juga bidang lain.

Technopark sebagai pusat pengembangan dan penelitian dapat juga menjadi show room produk-produk SMK. “Kami di dinas sudah ada show room produk SMK,” kata dia.

Ke depan, sudah ada usulan pembuatan ruang pajang produk-produk SMK di NYIA (New Yogyakarta International Airport) Kulonprogo. (sol)