Saparan Kwagon Berlangsung Minggu 12 November 2017

369

KORANBERNAS.ID–Warga masyarakat Dusun Kwagon Desa Sidorejo Godean Sleman, akan menyelenggarakan acara Saparan Kwagon dengan puncak acara di Minggu (12/11/2017) mulai pukul 08.00 WIB. Puncak acara Saparan Kwagon ini berupa pentas Tari Kolosal “Dumadining Kwagon” dilanjutkan dengan kirab budaya yang berawal dari halaman Dukuh Kwagon menuju ke lokasi penambangan lempong di Bukit Bendo Bakungan Kwagon. Usai kirab juga dipentaskan pertunjukan Jathilan “Mudho Wiromo”.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, HY Aji Wulantara SH MHum mengungkapkan hal tersebut dikantornya, Jumat (10/11/2017).

Aji menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap masyarakat Kwagon dan sekitarnya yang telah melestarikan dan mengembangkan potensi seni budaya yang adiluhung.

Diharapkan upaya ini terus dilakukan dengan melibatkan generasi muda sehingga regenerasi cinta budaya tetap terus dapat berkesinambungan di masa mendatang.

Baca Juga :  Dana Baznas  Hasil dari Kumpulan Zakat PNS

“Melalui kecintaan terhadap budaya, diharapkan kecintaan terhadap lingkungan dan bangsa akan semakin tinggi. Intinya masyarakat Kwagon dan sekitarnya dapat melaksanakan konsep Hamemayu Hayuning Bawono dengan lebih baik lagi. Dan ini juga dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat di Kabupaten Sleman,” kata Aji.

Ketua Panitia Saparan Kwagon, Sukiman mengatakan, kirab budaya dalam acara puncak Saparan Kwagon tersebut diikuti oleh berbagai potensi seni budaya yang ada di Dusun Kwagon dan sekitarnya. Diantaranya Bregada Kismo Kuncoro, Bregada Moyo Kusumo, kontingen FBPS UNY, kontingen SDN Kwagon, berbagai kelompok kesenian dan segenap masyarakat Kwagon dan sekitarnya.

Sukiman menambahkan bahwa rangkaian acara Saparan Kwagon telah dimulai beberapa hari sebelumnya, diantaranya Jumat (10/11/ 2017) pukul  20.00 WIB dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Bayu Sugati dengan lakon “Wahyu Sorenglobong” dengan bintang tamu Sugiman Dwi Nurseto CS.

Baca Juga :  Anggrek Merapi Semakin Langka

Sedangkan Sabtu (11/11/2017) pukul 10.00 WIB dilaksanakan sesaji “nDodog Lawang” delanjutkan pada jam 15.00 WIB dengan kenduri wilujengan.

Menurut Sukiman tradisi saparan ini mengandung maksud dan tujuan sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rejeki agar sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai pembuat genteng melalui penggalian tanah liat di gunung-gunung sekitarnya dapat terhindar dari aral dan mara bahaya.

Selain itu, acara tersebut juga dimaksudkan untuk melestarikan tradisi dan nilai tradisional budaya Jawa serta pemersatu warga masyarakat. (SM)