Sarinto Siap Lakukan Perlawanan. Kenapa?

305

KORANBERNAS.ID — Anggota FPAN DPRD Bantul, Sarinto Spd mengatakan siap melakukan perlawanan jika DPD PAN Bantul menggelar Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dirinya. Sebab dia merasa sebagai anggota dewan dan kader partai, tidak pernah melakukan pelanggaran aturan.

Apalagi dalam AD/ART PAN tidak ada aturan mengenai PAW apalagi dengan alasan suara yang diraih saat Pileg 2014 lalu tidak mencapai 35 persen dari Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) dan sudah membubuhkan surat pernyataan bersedia di PAW di depan notaris.

“Tidak ada aturannya di AD/ART partai yang mengatur PAW. Apalagi karena alasan tidak meraih suara 35 persen. Itu kan hanya aturan yang dibuat disini saja, wilayah lain tidak ada. Misal yang terdekat Klaten, Purworejo atau wilayah lain di DIY, tidak ada itu. Jadi saya akan lakukan perlawanan , termasuk melawan menggunakan jalur hukum,”kata Sarinto kepada koranbernas.id di gedung DPRD Bantul, Selasa (26/09/2017).

Selain itu, ketika namanya mulai santer di goyang, dirinya sudah datang ke notaris membuat surat pencabutan kesediaan PAW yang telah ditanda tangani sebelumnya. Ternyata hal tersebut bisa. Karena memang aturan di PAN tidak ada yang menyebutkan bisa di PAW karena tidak mampu meraih suara 35 persen BPP.

Baca Juga :  Anggota Pramuka Diingatkan Ancaman Disintegrasi

“Jadi saya nilai itu langkah inkonstitusional yang akan ditempuh partai,” tandas Sarinto.

Kendati saat ini gejolak terjadi, namun tidak mengurangi kegiatanya di partai dan keanggotaan sebagai dewan. Sarinto tetap aktif dalam sidang yang digelar di DPRD Bantul serta kegiatan di komisi. Hubungan dengan koleganya di partai juga tidak ada masalah, masih baik-baik saja.

“Kalau umpama saya mau dipecat dari kepartaian ya silahkan saja. Tetapi saya berpegang kepada SK gubernur yang menjadi landasan pengangkatan saya sebagai anggota dewan. Selama tidak ada pencabutan SK Gubernur, maka saya masih sah sebagai anggota dewan,” katanya.

Dirinya mengaku hanya akan menyelesaikan kiprahnya sebagai anggota dewan hingga akhir periode, sebelum akhirnya berencana pindah haluan ke partai lain.

Baca Juga :  Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin Secara Bermartabat

Sementara Ketua DPD PAN Bantul, Mahmud Ardi Widanta mengatakan kalau Sarinto telah diberhentikan dari Partai. Untuk tanggal pastinya lupa namun sekitar dua bulan silam.

“Dua bulananlah,” katanya.

Menurut Ardi yang juga wakil ketua DPRD Bantul, pemberhentian Sarinto dari keanggotaannya ayng akan dilanjut dengan mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) sudah sesuai aturan perundangan.

Yakni pasal 405 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2004 tentang MPR, DPR dan DPRD (MD3) yang menyatakan Anggota DPRD Kabupaten/Kota berhenti antar waktu karena meninggal dunia, mengundurkan diri atau diberhentikan. Namun saat ditanya terkait alasan pemberhentian, Ardi enggan menjelaskan secara gamblang. Karena hal tersebut terkait internal partai.

“Namun salah satu karena tidak mampu meraih 35 persen suara BPP dan hanya karena hanya meraih 20 persen atau setara 2.537 suara,” katanya.

Terkait proses PAW dirinya mengaku sudah mengajukan kepada Gubernur DIY melalui bupati Bantul beberapa waktu lalu. (yve).