Satpol PP Ultimatum PKL yang Berjualan di Trotoar

179
Petugas Satpol PP Pemkab Klaten.mengingatkan PKL yang berjualan di depan Kantor Perusda Aneka Usaha Jalan Pemuda. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar pada siang hari sepanjang Jalan Pemuda dan Jalan Merbabu dibina dan diperingatkan oleh petugas Satpol PP Pemkab Klaten.

Peringatan itu diberikan karena dalam waktu dekat ini akan ada penilaian adipura oleh tim penilai.

“Kegiatan ini dalam rangka penilaian adipura. Hari ini kami ingatkan dulu. Tetapi jika sampai batas waktu ditentukan tetap masih berjualan ya kami angkut ke kantor,” kata petugas Satpol PP saat menertibkan PKL di depan Kantor Perusda Aneka Usaha Jalan Pemuda, Kamis (16/08/2018).

Ada satu truk petugas yang diterjunkan. Mereka menemui seluruh PKL yang berjualan pada pagi hingga siang hari. Berdasarkan Perda K3 Kabupaten Klaten,  PKL boleh berjualan dari pukul 15:00 hingga 06:00.

Dalam perda itu juga disebutkan PKL yang sudah tidak berjualan wajib membongkar dan membawa pulang seluruh barang-barang miliknya.

Mulyono, salah seorang PKL di depan Kantor Perusda Aneka Usaha yang ditertibkan itu, oleh petugas Satpol PP disarankan berjualan setelah pukul 15:00.

“Tadi petugas minta saya berjualan setelah jam 15:00 hingga 06:00 pagi,” kata Mulyono yang mengaku warga Desa Beku Kecamatan Wedi.

Dirinya sudah lima tahun berjualan topi di atas trotoar di depan Kantor Perusda Aneka Usaha dan setiap tahun selalu mengalami hal serupa. “Sudah rutin mengalami seperti ini. Katanya persiapan adipura begitu,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Didik Sudiarto mengatakan terkait dengan Pembinaan dan Pemberdayaan PKL sudah ada Perda PKL Nomor 5 Tahun 2018. Namun perbupnya belum ada.

“Perbupnya (Peraturan Bupatinya) diusulkan di perubahan anggaran 2018,” kata mantan Kepala UPTD Pasar wilayah Kota Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM itu.

Mengenai penilaian adipura, Pemkab Klaten telah melakukan berbagai upaya. Tentunya upaya itu harus didukung oleh seluruh OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) dan masyarakat.

Mulai dari penertiban PKL, penanganan sampah, penataan parkir dan lain sebagainya. Diharapkan dengan upaya maksimal itu bisa meraih piala adipura seperti yang diharapkan. (sol)