Satu Abad GKBI Krakitan Penuh Warna

491
Bakti Sosial GBKI Krakitan, Bantul

KORANBERNAS.ID — Gereja Kerasulan Baru Indonesia (GKBI) Sidang Krakitan, Bantul memperingati 100 tahun pada tahun 2017. Berbagai rangkaian kegiatan digelar untuk memeriahkan hari istimewa rumah ibadah yang beralamatkan di Dusun Krakitan Rt 07 Desa Ringinharjo, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Yogyakarta tersebut.

“GKBI krakitan merayakan hari ulang tahun yang ke seratus pada 13 Juli 2017. Saat ini gereja dipimpin oleh sebelas penghantar sidang secara berurutan dalam kurun waktu empat generasi,” ungkap Heri Sulistyo, Evangelist GKBI Sidang Krakitan, Bantul, Senin (14/08/2017).

Serangkaian kegiatan digelar sejak Februari 2017. Diantaranya bakti sosial di panti asuhan “ Santa Maria” di Ganjuran dilakukan pada 19 Februari 2017. Selain itu workshop perawatan jenasah dari tim Rumah Sakit Berthesda di GKBI Krakitan.

Jemaat juga melaksanakan pengobatan gratis, cek gula darah dan donor darah bekerja sama dengan Rumah Sakit Bethesda dan PMI Kota Yogyakarta di GKBI Krakitan pada 28 Maret 2017.

Gereja tersebut juga menggelar pertandingan futsal antar sidang se distrik Yogyakarta dan perwakilan dari distrik Pantura di lapangan futsal serta lomba antar anggota sidang Krakitan pada 11 Juni 2017.

Baca Juga :  Camat dan Danramil “Ngoyak” Tikus

Puncak acara digelar kebaktian peringatan HUT ke-100 GKBI Krakitan pada 13 Juli 2017 yang dipimpin oleh PRD. Edy Isnugroho. Acara dimeriahkan Mini Konser pada 15 Juli 2017.

“Dalam konser mini disaksikan oleh beberapa remaja dari gereja-gereja se wilayah Yogyakarta, para penghantar sidang wilayah Yogyakarta. Sejumlah pihak hadir seperti kepala desa ringinharjo beserta jajarannya, Sekcam kecamatan bantul dan wakil kemenag bantul,” jelasnya.

GKBI sidang/cabang Krakitan dibuka secara resmi tanggal 13 Juli 1917. Bangunan/gedung gereja GKBI Krakitan awalnya terletak sekitar 70 meter ke arah barat dari bangunan yang sekarang, dengan atap bagian atas berbentuk semacam kubah/mahkota. Jumlah anggota pada saat itu sekitar 60 jiwa.

Pada tahun 1962, gereja membeli tanah disebelah timur gedung yang lama. Gedung diresmikan pembangunannya pada tahun 1964. Pada tahun 2006 di wilayah Bantul terjadi gempa bumi yang cukup besar dan merusakkan bagian dari gedung tersebut. Perbaikan gedung dilakukan dan jumlah jemaat pada saat ini ada 145 jiwa ditambah pengurus gereja sejumlah 8 orang.

Baca Juga :  Wayang Antisipasi Bencana

Pelayanan kebaktian setiap Minggu pukul 10.00 dan Rabu pukul 18.00. Selain pelayanan kebaktian juga digelar Sekolah Minggu, Pelajaran Agama dan Konfirmasi setiap Minggu pukul 08.00. GKBI Krakitan dirawat oleh 8 orang Pemangku Jawatan terdiri dari 1 orang Evangelist, 5 orang Priester dan 2 orang Diaken.

GKBI Krakitan mengajarkan tentang kebaikan-kebaikan sebagaimana yang diajarkan dan diteladankan oleh Tuhan Yesus. Kebaikan-kebaikan tersebut diantaranya tentang kasih kepada Tuhan dan kepada sesama, ajaran tentang kerendahan hati, sikap mau mengampuni, hidup damai dengan semua orang, sikap siap sedia menolong orang lain.

Untuk menjaga saling menghormati dan toleransi antara umat beragama kami punya kesepakatan untuk kegiatan sosial/kerja bakti tidak dilakukan pada Minggu pagi ataupun pada Jumat. Pada setiap peringatan hari besar kristiani (perayaan) yang dilakukan di gereja, maka saudara-saudara yang beragama Islam sering membantu dalam kegiatan terutama untuk menjaga kendaraan-kendaraan.

“Pada upacara-upacara peringatan orang meninggal yang dilakukan oleh warga beragama Islam, maka warga Krakitan yang beragama Kristen dan Katholik juga hadir dalam acara tersebut,” imbuhnya.(Tugeg Sundjojo/yve)