Satu Jamaah Haji Ditinggal di Arab

122
Rombongan jamaah haji Gunungkidul tiba di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Kamis (14/09/2017).(st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Rombongan jamaah haji kloter 23 SOC asal Gunungkidul tiba di kampung halaman, Kamis (14/09/2917). Meski sudah sampai di rumah, kondisi jamaah masih akan dipantau kesehatannya selama satu bulan ke depan.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Mukotip mengatakan, kepulangan 257 jamaah kloter 23 SOC merupakan gerbong awal jamaah haji asal Gunungkidul. Rencananya pada Sabtu (16/09/2017), sebanyak 17 jamaah asal Gunungkidul yang tergabung dalam kloter 31 SOC juga akan kembali ke Tanah Air.

“Namun kemungkinan yang akan pulang baru 16 jamaah dikarenakan satu jamaah atas nama Siswo Suwito ditinggal di Arab Saudi karena masih dirawat di rumah sakit,” kata Mukotip kepada wartawan disela penerimaan jamaah haji di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Kamis (14/09/2017).

Baca Juga :  TPA Troketon Siap Tampung Sampah Klaten

Dikatakan, untuk kepulangan rombongan pertama tidak ada masalah karena seluruh jamaah dapat pulang ke kampung halaman dengan selamat. Namun ada satu jamaah atas nama Sugiman asal Kecamatan Nglipar yang pulang dibawa ambulans. “Selebihnya semua berjalan lancar,” ungkapnya.

Ditambahkan Mukotip, meski para jamaah sudah pulang ke rumah, Kemenag masih akan memantau kondisi kesehatan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesehatan jamaah pasca menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. “Akan kita pantau terus hingga satu bulan ke depan,” katanya.

Untuk teknis pemantauan dilakukan dengan menggandeng puskesmas yang ada di seluruh kecamatan. Dengan demikian, para jamaah dapat memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. “Semua harus dipastikan berjalan lancar sehingga pemeriksaan itu tetap dibutuhkan, meski sudah kembali ke Tanah Air dengan lancar,” imbuh Mukotip.

Baca Juga :  Blangkon Kreasi Karya Santri Diminati

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah mengucapkan selamat kepada para jamaah yang telah pulang ke kampung halaman dengan selamat. Ia berharap, pengalaman menjalankan ibadah selama di Tanah Suci bisa menjadi suri tauladan bagi masyarakat.

“Saya yakin masing-masing jamaah memiliki pengalaman sendiri-sendiri. Tapi harapannya momen ibadah menjadikan jamaah sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya. (St.Aryono/SM)