Satu Meninggal Akibat Gempa di Bantul

250
Pemakaman jenazah Ny Fatimah, korban gempa di Dusun Jambon RT 27 Desa Argosari Sedayu, Sabtu (16/12/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Gempa berkekuatan 6,9 SR yang  berpusat di Tasikmalaya Jawa Barat guncanganya terasa hingga Bantul, Jumat (15/12/2017) malam pukul 23:45.

Diduga karena panik saat terjadi gempa, Ny Fatimah warga Dusun Jambon RT 27 Desa Argosari Kecamatan Sedayu itu terpeleset di depan pintu kamarnya saat lari ke luar rumah.

Pihak keluarga sempat melarikan korban ke RS Mitra Sehat namun  jiwanya tidak tertolong. Tim medis menyatakan istri dari Haryono itu sudah meninggal dunia.

Perwira Unit (Panit) 1 Bhinmas Polsek Sedayu Iptu Agus Supraja SH mengatakan, memang malam itu guncangan gempa sangat terasa, termasuk dirinya  yang saat  kejadian sedang menghadiri perayaan Hari Jadi Desa Argodadi.

Baca Juga :  Golkar Bantul Siapkan Calon Bupati, Siapa Dia?

Saat guncangan menjelang tengah malam tersebut, banyak warga Sedayu yang sudah terlelap termasuk keluarga Ny Fatimah.

“Dari laporan  saksi diketahui saat itu Ny Fatimah sempat membangunkan anaknya, sebelum akhirnya membuka pintu dan berlari. Namun naas, korban terpeleset dan jatuh di depan pintu kamar. Sempat  dilarikan ke RS, namun  jiwanya tidak tertolong,” kata Iptu Agus kepada koranbernas.id.

Oleh pihak keluarga janazah ibu dari Fika Nur Halimah dan Rayyi Ammirul Husna itu  dimakamkan siang ini  juga di makam muslim Sasonoloyo Jambon.

Camat Sedayu, Drs Fauzan Muarifin berharap masyarakat tetap waspada. “Saya turut berduka cita, semoga almarhumah khusnul khatimah. Bagi masyarakat Sedayu saya minta jangan panik, namun  waspada selalu,” katanya.

Baca Juga :  Roby Haryono Terima Modal Usaha dari Baznas

Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto mengatakan sejauh ini  untuk laporan dampak  gempa belum diterima.

“Sampai sekarang laporan kerusakan fisik sebagai dampak gempa nihil,” kata Dwi. (sol)