“Satu Pemilih Sangat Berharga”

156
Peserta Rapat Koordinasi Pengawasan Tahapan Pilkada yang diselenggarakan Panwaslu Kota Semarang. (maharani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dijadwalkan melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) di kediaman Ketua Bawaslu RI, Abhan Misbah, kawasan Kelurahan Sendangmulyo Kota Semarang. Ini merupakan bagian dari kegiatan KPU Gelar Coklit Serentak yang dimulai Sabtu (20/01/2018).

Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Panwaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini, pada Rapat Koordinasi Pengawasan Tahapan Pilkada di Hotel Andelir Semarang, Kamis (18/01/2018) menyatakan, Gubernur Jateng juga akan dicoklit.

“Coklit akan dilakukan Petugas Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), di rumah dinas Kecamatan Gajahmungkur pada hari yang sama, namun jam berbeda,” kata dia.

Untuk itu Panwaslu Kota Semarang bersama 48 Panitia Pengawas Kecamatan dan 177 Panitia Pengawas Kelurahan se-Kota Semarang akan melakukan pengawasan tersebut sesuai tugas dan wewenang sebagai pengawas.

Diharapkan semua pemilih di Kota Semarang bisa dicoklit tidak ada yang terlewatkan. “Satu pemilih sangat berharga dalam pemilihan Gubernur Jateng mendatang,” tambah Naya.

Baca Juga :  Curug Lawe Mendatangkan Rezeki

Secara terpisah, Ketua Panwaslu Kota Semarang sekaligus Koordinator Divisi SDM dan Organisasi, Muhammad Amin, mengimbau PPDP dalam melaksanakan tugasnya melakukan coklit secara benar dan sungguh-sungguh.

“Proses coklit yang benar adalah dilakukan dengan mendatangi warga dari rumah ke rumah (door to door),” tambah Amin.

Namun masalahnya, selama ini seringkali cara kerja petugas PPDP hanya dari belakang meja, dan tidak betul-betul datang ke rumah.

Malah, ada juga yang menyuruh anaknya untuk mengecek warga pemilih. Atau, lantaran merasa sudah hafal dengan data warga pemilih, lantas melakukan coklit hanya berdasarkan perkiraan.

“Karena itu, kami ingin mengimbau seluruh PPDP di seluruh Kota Semarang harus bekerja sungguh-sungguh mendatangi rumah ke rumah setiap warga dan melaksanakan prosedur ini dengan benar. Mencatat yang harus dicatat. Mencoret yang harus dicoret,” tegas Amin.

Secara terpisah, dua orang Panwascam dari Gajahmungkur, Tuti K dan Panwascam Tembalang,  Sonni Kurniawan, siap melaksanakan tugas pengawasan coklit untuk dua tokoh di wilayah tersebut bersama-sama Panwaskel setempat.

Baca Juga :  PKS Siap Menangkan Dakwah Politik

“Kami siap melakukan pengawasan melekat di wilayah Tembalang,  tidak hanya untuk para tokoh, tapi semua pemilih. Siap menjalankan tugas,” tegas Sonni.

Hal lain yang perlu diketahui masyarakat adalah petugas PPDP tidak diperkenankan meninggalkan data yang digunakan untuk proses coklit di rumah warga. Warga itu sendiri yang mengisi datanya.

“Kadang data itu ditinggal saja, nanti warga yang ngisi sendiri. Itu tidak boleh. Ini demi langkah awal memperbaiki data pemilih Pilkada 2018 yang nanti juga sekaligus akan kita gunakan sebagai data Pemilih Pemilu 2019,” sambung Naya.

Apabila coklit pilkada serentak ini berhasil, maka akan menghasilkan data pemilih tetap yang rapi. Data pemilih tetap di Pilkada 2018 yang rapi akan menyumbang lebih dari 60 persen perbaikan data pemilih Pemilu 2019. (sol)