Satu Tewas, Puluhan Warga Mengungsi

180
Warga melakukan pembersihan puing-puing rumah milik warga yang tertimbunan material tanah di esa Banyuasin Separe Kecamatan Loano, Rabu (29/11/2017).(hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Badai Cempaka yang menurunkan hujan dengan intensitas tinggi benar-benar membuat daratan di sebagian besar wilayah Kabupaten Purworejo, digenangi air. Bahkan dua desa di Kecamatan Purwodadi, seperti Desa Kebonsari, dan Desa Karangsari seluruh daratanya tergenang air paling parah. Tinggi luapan air bervariasi antara 40 centi hingga satu meter.

“Yang paling parah Desa Kebonsari. Ada 60 warga mengungsi di Rumah Kades dan sebagian lagi di mushola setempat yang letak daratannya lebih tinggi,” ungkap Camat Purwodadi, Hery Raharjo, Rabu (29/11/2017) petang.

Saat ini para pengungsi masih bertahan di lokasi pengungsian karena proses surutnya air sangat lambat.

“Genangan air masih tinggi dan warga masih bertahan di pengungsian,” tukas Hery.

Kondisi wilayah di Kecamatan Purwodadi yang tergenang air, Rabu (29/11/2017).(hery priyantono/koranbernas.id)

Hujan yang turun dengan intensitas tinggi juga melongsorkan tebing tanah setinggi tujuh meter di belakang rumah warga Desa Soko Agung Kecamatan Bagelen. Nasib tragis dialami pemilik rumah bernama Sakino Budiwiyono (61) meninggal dunia akibat tertimbun longsoran tanah tebing di belakang rumahnya.

Kasubid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Sigit Ahmad Basuki menerangkan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (29/11/2017) sekitar pukul 01.20 WIB, dimana hujan lebat sejak siang hari terus mengguyur daerah itu. Saat korban tertidur pulas tiba-tiba air membawa lumpur dari tanah tebing merangsek dan menimbun rumah milik korban. Tubuh korban baru bisa di evakuasi pada pagi harinya.

Di Kecamatan Loano, tepatnya di Desa Banyuasin Separe RT 01 RW 02 juga terjadi tanah longsor. Sedikitnya lima rumah milik warga setempat tertimbun material tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa, karena sebelum kejadian para penghuni rumah sudah mewaspadai ancaman bahaya tanah longsor. Selain rumah rusak, puluhan hewan ternak seperti kambing milik warga juga tewas tertimbun tanah. Kerugian mencapai Rp 270 juta dalam kejadian tersebut. (yve)