Satukan Pandangan untuk Lingkungan

324
Peserta menyimak penjelasan saat mengikuti kegiatan Pembentukan Kanal Komunikasi dalam Mengembangkan Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Senin (28/08/2017), di @HOM Platinum Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Dimulai dengan satu kata “buaya”, Dwi Suyono selaku narasumber kegiatan Pembentukan Kanal Komunikasi dalam Mengembangkan Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, mencoba memancing ide dan gagasan peserta.

Beragam definisi mengenai buaya pun terlontar. Ada yang memberi arti hewan buas, binatang yang ditakuti manusia, hewan langka yang perlu dilindungi. Bahkan ada yang menyebutnya buaya darat.

Menurut Dwi Suyono, dari satu kata saja muncul frame yang tidak serupa. Sama dengan jurnalistik yang memiliki frame berbeda-beda, pelajaran yang bisa dipetik oleh para pegiat lingkungan hidup dan kehutanan adalah, mereka perlu menyatukan pandangan yang sama.

Melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa Bali Nusra, Senin (28/08/2017)  di @HOM Platinum Yogyakarta, para aktivis lingkungan dapat menuliskan ide dan gagasan mereka di kanal komunikasi.

Baca Juga :  Erupsi Merapi dan Kebaikan Hujan

Narasumber lainnya, Rulianto, menyampaikan meski hanya sekilas para peserta perlu memiliki pengetahuan mengenai kode etik maupun tata cara penulisan. Ini penting sebagai bekal menulis di kanal komunikasi nantinya.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pembangunan Ekoregion Jawa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Drs Sugeng Priyanto MSi, menyambut baik pembentukan kanal komunikasi.

Dari kanal itulah pihaknya bisa memperoleh masukan dari masyarakat. “Dengan kanal ini mudah-mudahan komunikasi makin lancar,” tuturnya.

Kepala Seksi Kemitraan Lingkungan Endah Sulistyowati S Hut menambahkan, pengembangan kanal komunikasi merupakan salah satu upaya membangun pola komunikasi yang sistematis, sebagai media untuk menginformasikan isu-isu lingkungan ke publik. (sol)