SDN 2 Gombong Dikenal Hingga Lampung

629
Rombongan Studi Banding SD Kartika II - 5 Lampung, di  SD Negeri 2 Gombong, Selasa (5/12/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi para pengajar, khususnya terkait penerapan Kurikulum 2013 (K-13),  para guru dari SD Kartika II-5 Bandar Lampung melakukan Studi Banding ke SDN 2 Gombong, Selasa (5/12/2017) . Kegiatan yang diikuti 80 orang para guru, karyawan dan staf Yayasan Kartika Lampung, dipimpin Karyono, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Kartika II–5 Lampung.

Karyono mengungkapkan, secara umum pendidikan di Jawa memang lebih unggul dibandingkan di Sumatera. Secara khusus SDN 2 Gombong dipilih, karena memiliki banyak prestasi dan keunggulan, baik dari aspek siswa maupun tenaga pendidiknya.

“Kami berharap lewat program studi banding ini mendapatkan ilmu dan wawasan yang bersifat praktis dan dapat diterapkan di sekolah kami,” kata Karyono.

Dari pengamatan dan informasi yang didapat, SDN 2 Gombong banyak melakukan terobosan dan inovasi, khususnya dalam penerapan Kurikulum 2013. Selain aspek pembelajaran, hal lain yang membuat kagum peserta studi banding adalah manajemen administrasi yang rapi serta lingkungan kelas yang hijau dan asri.

Karena kurikulum 2013 memiliki ruang lingkup yang lebih kompleks. Diharapkan semua aspek yang ada dapat dipelajari dan diterapkan di SD Kartika Lampung dengan menyesuaikan situasi kondisi.

Rombongan mendapatkan paparan penerapan K-13 oleh Kepala SDN 2 Gombong, Isyah Pawitri, S.Pd.SD. Disampaikan 8 standar pengajaran oleh Ribudiyanto, MPd dan tips sukses ujian nasional oleh Tri Kustianto, S.Pd.

Isyah Pawitri mengungkapkan, SD yang ia pimpin  sangat menjaga standar kualitas pengajaran. Salah satunya dengan penerapan delapan standar pengajaran. Sebagai salah satu SD terkemuka di Gombong menyadari tanggungjawab untuk selalu menjaga kualitas proses belajar mengajar.

“Selain bermanfaat bagi peserta didik di sini, terbukti pula apa yang dilakukan dapat menginspirasi sekolah lain yang melakukan studi banding di sini,” ungkap Isyah Pawitri.(SM)