Sebagian Material Bandara dari Luar Kulonprogo

350
Anggota Komisi V DPR RI meninjau lokasi bandara. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah warga Kulonprogo yang bergelut di bidang usaha khawatir. Beredar kabar, sebagian material dan rekan kerja yang direkrut oleh PT Angkasa Pura berasal dari luar Kulonprogo.

Senin (09/10/2017) kemarin sebagian dari mereka berusaha menemui Komisi V DPR RI dan PT Angkasa Pura yang datang di Gedung Kaca Pemkab Kulonprogo.

Seno dari  paguyuban penambang menyatakan warga berharap diberi kesempatan. Hal yang sama diungkapkan Nasib Wardoyo.

“Warga Kulonprogo kan sudah siap ikut berusaha. Seiring dengan jargon Bela Beli Kulonprogo, mestinya hal ini ditepati,” kata dia.

Yusron Martofa, mantan anggota DPRD Kulonprogo juga mengatakan, potensi sumber daya alam tanah urug sudah disiapkan warga Kulonprogo.

“Kepresnya  sudah menegaskan, manfaatkan potensi sumber daya alam setempat. Masyarakat sudah membeli alat ya agar dimanfaatkan,” kata dia.

Bagi Pemkab,  apabila material diambil dari Purworejo, Pemkab tidak mendapat PAD. Padahal sudah merekrut tenaga pendata tambang.

Tony Hari Prastya menyatakan sejak awal pihaknya sudah mendukung penuh bandara. “Kita mendukung penuh bandara, warga terdampak diarahkan membeli armada dump truck, diberdayakan agar ekonomi mereka jalan. Bukan kredit mereka macet, tergusur dan hidup sengsara,” papar Tony.

Warga sudah menyiapkan segalanya. “Sebagian material  diambil dari Purworejo tidak masalah, karena teman di Purworejo memang juga sudah menyiapkan. Mungkin kalau Kulonprogo saja akan berjalan kurang cepat. Namun Kulonprogo juga harus diberdayakan dengan maksimal,” kata Tony HP.

Sri Pujiastuti, pengusaha wanita  Temon mengaku sudah siap berpartisipasi membuka usaha menyongsong bandara.

“Ibu-ibu siap katering ya harus dilibatkan. Pemkab dan DPRD mohon ikut  perhatian dengan hal ini,” katanya. (sol)