Sebagian Umat Islam Salat Id Selasa

85
Salat Idul Adha di Lapgangan Triharjo Wates, Selasa (21/08/2018). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebagian besar umat Islam Indonesia melakukan Salat Idul Adha, Rabu (22/08/2018). Namun sebagian lagi sudah melaksanakannya Selasa (21/08/2018), salah satunya di lapangan Triharjo Wates Kulonprogo.

Salat Idul Adha kali ini diikuti sekitar 300-an jamaah dan dimulai pukul 06:45. Jamaah pria tiga saf dan jamaah wanita tiga saf pula. Bertindak selaku imam dan khatib adalah Solikhul Hadi.

Nuri Harsana, seorang jamaah yang tampaknya merupakan salah seorang tokoh ini menjelaskan, mereka melaksanakan salat Idul Adha Selasa alasannya karena di Mekkah wukuf sudah dilaksanakan hari Senin.

“Ibadah Idul Adha ini berurutan bukan meloncat waktunya. Karena wukuf Senin maka salat Id Selasa. Ini keyakinan kami. Kami meyakini yang berhak mengumumkan kapan Salat Id adalah penguasa yang menyelenggarakan ibadah haji di Mekkah. Bukan negara mana pun,” ujar Nuri Harsana.

Baca Juga :  PAN Ancang-ancang Raih Kursi Terbanyak

Riyadi Sunarta salah seorang jamaah yang kebetulan juga seorang pejabat Pemkab Kulonprogo juga menyatakan wukuf sudah dilaksanakan hari Senin.

“Saya telepon Pak Triyana dan teman lain yang ibadah haji di Mekkah mengabarkan wukuf Senin. Makanya saya ikut salat Idul Adha sekarang ini,” tuturnya.

Solikhul Hadi selaku khatib menjelaskan, dirinya dan jamaah melaksanakan ibadah sesuai tuntunan Al Quran yang diyakininya. Adapun berbeda dengan lainnya, dia menegaskan, ibadah itu soal keyakinan masing-masing.

Dalam khutbahnya Solikhul Hadi menyatakan, Rasulullah SAW mendidik umatnya untuk jujur. Apalagi bagi pemimpin,  kejujuran merupakan hal yang mutlak. Salat juga harus jujur dan dilakukan tertib serta urut.

“Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah SWT serta larangannya dengan tertib dan senpurna. Juga Nabi Muhammad. Allah SWT sudah memberikan kenikmatan kepada kita dengan tak terhingga banyaknya. Sehingga kita harus mensyukuri dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya,” ujarnya.

Baca Juga :  Awas, Maling Laptop Sedang Marak

Pada hakikatnya makna dari penyembelihan hewan kurban ini adalah menyembelih atau menghilangkan sifat-sifat kebinatangan yang ada pada manusia.

Andri Susanti salah seorang jamaah mengaku baru kali ini mengikuti salat Idul Adha yang waktunya berbeda dengan kebanyakan umat muslim lainnya.

“Saya mengikuti keluarga saja. Saya mengikuti suami saya,”  ujarnya sambil menggendong anaknya yang baru berumur 9 bulan. (sol)