Sebelas Rumah di Pasar Jeblok Kena Tegur, Ada Apa ?

265
Bangunan di sekitar Pasar Jeblok Karanganom yang kena sanksi, Kamis (28/09/2017). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Klaten melayangkan surat teguran kepada 11 pemilik rumah disekitar Pasar Jeblok Karanganom. Teguran diberikan karena rumah ada yang didirikan diatas saluran dan pekarangannya dibangun diatas saluran.

Teguran pertama tersebut diberikan langsung kepada pemilik rumah. Surat teguran tertanggal 8 September 2017 itu ditandatangani langsung Kepala DPU PR Ir Tajudin Akbar

“Kemarin itu surat teguran pettama. Teguran akan diberikan 3 kali. Jika tetap tidak mengindahkan teguran ketiga maka kami akan menyerahkannya kepada dinas terkait dalam hal ini satpol pp untuk menertibkannya,” kata Kasi Operasional Pelestarian dan Pemanfaatan Sumber Daya Air (SDA) Sri Dadi kepada koranbernas.id, Kamis (28/09/2017)

Sri Dadi menambahkan dari 11 pemilik rumah yang diberi teguran pertama itu karena bangunan rumah didirikan pemiliknya diatas saluran. Sedangkan sebagian lagi bangunan rumahnya mepet jalan sehingga pekaranggannya dicor persis diatas saluran. “Jadi ada sebagian yang pekarangannya diatas saluran dan itupun tidak boleh,” ujarnya

Baca Juga :  Biaya Sertifikasi Halal Dipatok Rp 2,5 Juta

Surat teguran pertama dan kedua hanya berjarak seminggu. Demikian pula teguran kedua dan ketiga. Karenanya pemilik rumah diminta untuk memahami dan mematuhinya.

Pendirian bangunan diatas saluran dilarang karena melanggar Undang-Undang 11 Tahun 1974 tentang Air, Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2013 tentang perubahan atas Perda Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2004 tentang garis sempadan, Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi dan lain sebagainya.

Sementara itu salah seorang warga pemilik rumah yang menerima surat teguran itu, Sumini, warga RT 2/RW 2 Dukuh Pelemsari Desa Jeblok mengatakan rumah yang dia tempati itu merupakan peninggalan orang tua sehingga tidak tahu menahu sejarah pembangunannya.

Baca Juga :  Imunisasi MR di Sleman Mencapai 96,2%

“Saya lahir tahun 1953 dan sudah tinggal di rumah ini sama orang tua. Kalau ditanya sejarahnya ya saya tidak tahu,” katanyanya.

Sumini yang tinggal di rumah itu bertiga dengan adik dan cucunya itu mengaku belum bisa memberikan tanggapan atas teguran itu. Dia akan berkoordinasi dulu dengan warga lain yang menerima surat teguran juga serta saudaranya yang menjadi perangkat Desa Jeblok

“Nanti saya rembuk dulu dengan saudara dan tetangga lain. Apa nanti kata tetangga ya ikut saja,” tutur pemilik rumah yang pekarangannya persis diatas saluran. (yve)