“Sebelum Meninggal Sempat Ingin Beli Kaos Seragam”

454
Pelepasan jenazah Kol Inf (Purn) Johny Bernard Assa, Minggu (01/10/2017). (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID  — Kol Inf (Purn) Johny Bernard Assa meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Kotagede Yogyakarta. Peristiwa itu terjadi Kamis (28/09/2017). Saat itu Johny mengendarai sepeda motor, bertabrakan dengan sesama pengendara sepeda motor.

Korban segera dilarikan ke RSUP Dr Sardjito. Dua hari dirawat, dokter tidak lagi mampu menyelamatkan jiwanya karena luka-lukanya yang parah.

Menurut Ny Nunuk Johny, suaminya mengalami patah tulang di sepuluh tempat. Jenazah perwira lulusan AKABRI Darat tahun 1972 yang pernah bertugas di Batalyon Infanteri 403 Yogyakarta itu, Minggu (01/10/2017) siang, dimakamkan di makam Imogiri Bantul.

Jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka Perumahan Golo Kelurahan Pandeyan Yogyakarta, dilepas oleh puluhan rekan seangkatannya saat pendidikan, dari empat matra yakni darat, laut, udara dan kepolisian.

Baca Juga :  Bahaya, Jangan Beli Obat Sembarangan

Kol (Purn) Gunawan mewakili teman-teman perwira dalam sambutannya mengatakan sangat terkejut mendengar berita musibah yang nenimpa Johny.

“Tanggal 26 yang lalu kami masih bertemu pada acara di Tidar Magelang. Tidak ada tanda-tanda apapun,” kata Gunawan. Baru dua hari setelah itu, ada kabar kecelakaan tersebut.

Di mata rekan-rekan seangkatannya, almarhum dikenal sebagai perwira disiplin, penuh tanggung jawab serta memperhatikan anak buahnya.

Selain itu, kekerabatan satu korps-nya juga sangat kental. “Beberapa waktu sebelum meninggal, dia sempat bilang dapat rezeki, dan uangnya akan dipakai membeli kaos untuk seragam komunitasnya,” ujarnya.

Hal ini dinilai Kol (Purn) Gunawan, betapa dia sebagai prajurit sangat mencintai korpsnya. Yang sangat mengesankan dalam perbincangan terakhirnya itu, Johny Bernard Assa sempat mengucapkan Merdeka, dengan penuh semangat.

Baca Juga :  Kurikulum 2013 Agar Diaplikasikan

Ketua RW 01 Kelurahan Pandeyan merasa sangat kehilangan, karena selama ini almarhum sangat aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Dia menjadi sahabat bagi para remaja dalam hal menjaga lingkungan. Dia juga aktif mengembangkan tanaman dengan sistem hidroponik yang kini merata diupayakan oleh keluarga-keluarga di Golo dan sekitarnya. (sol)