Sedih, Kakak Adik Menderita Lumpuh

247
Wakil Bupati Bantul,H Abdul Halim Muslih menengok warga yang lumpuh di Giriloyo RT 03,Desa Wukirsari,Kec Imogiri, Rabu (09/08/2017) sore. (istimewa)

KORAN BERNAS.ID — Wajah Ponidi (70) dan Wagimah (50) nampak sumringah saat wakil Bupati H Abdul Halim Muslih mengunjungi rumah mereka di Dusun Giriloyo RT 03, Desa Wukirsari, Kec Imogiri, Rabu (09/08/2017) sore.

Kedatangan Wabup bersama Organisasi Perangkat daerah (OPD) terkait seperti Dinas Sosial,Muspika Imogiri dan Pemerintah Desa Wukirsari. Wabup berbincang dengan dua kakak beradik yang kesemuanya menderita lumpuh dan tinggal di rumah sederhana berukuran 7 meter x 7 meter, beratap genting, dinding triplek dan lantai diplester sederhana itu. Dan tidak nampak ada barang berharga di dalamnya.

Rombongan ditemui dan berbincang dengan Poniyem (60) yang menjadi tulang punggung keluarga dan merawat kedua kakak adik yang menderita lumpuh tersebut. Keseharian Ny Poniyem bekerja sebagai buruh pembuat batik, buruh goreng kacang dan pekerjaan lain.

“Pokoke kulo niki serabutan kangge nutup kebutuhan. Termasuk kulo nggih dibantu tetangga juga,”kata Poniyem.

Baca Juga :  “Ngundhuh Wohing Pakarti” Diserbu Penonton

Diceritakan jika kakaknya Ponidi (70) dan Wagimah (50) sama-sama menderita lumpuh. Ponidi lumpuh sejak dua tahun terakhir dan tidak bisa beraktifitas. Hanya bisa tiduran di kasur yang nampak sudah lusuh.Sementara untuk adiknya Wagimah menderita lumpuh sejak 20 tahun silam.

“Saya sebenarnya ada lagi satu saudara namanya Pariyah, tetapi dia menikah dan tinggal di desa lain,” katanya.

Kalau dirinya dan dua saudaranya tidak menikah hingga usia lanjut.

“Ini sudah jalan takdir,” katanya.

Sedangkan Lurah Wukirsari Bayu Bintoro mengatakan kalau warga sekitar turut membantu kehidupan keluarga itu.

“Segala hak seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) , Program Keluarga Harapan (PKH) yang setiap bulan mendapatkan Rp 500 ribu, Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) yang setiap bulan mendapatkan uang Rp 250 ribu. Kemudian juga mendapatkan beras sejahtera (Rastra) 15 kilogram per bulan semua dipenuhi,”katanya.

Baca Juga :  Ribuan Orang Pangkas Batang-batang Pohon

Sementara Wabup mengatakan kalau kehidupan keluarga tersebut dalam pantauan Pemerintah Desa (pemdes).

“Mereka juga mendapatkan hak-hak dari Pemerintah Desa (Pemdes) untuk kehidupan mereka. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli kondisi keluarga ini,” kata Wabup.

Sebenarnya berdasarkan keterangan yang diperoleh,kalau keduanya sudah dibujuk baik oleh warga ataupun aparatur terkait untuk berobat, namun selalu ditolak.

“Kita akan bantu untuk memperbaiki fasilitas di rumah ini, seperti fasilitas MCK dan juga listrik. Saya akan koordinasikan dengan PLN. Untuk pihak desa sudah alokasikan alat dapur dan fasilitas tidur. Alhamdulillah,” katanya.

Selain itu Wabup meminta kepada jajaran terkait dalam hal ini Puskesmas untuk memeriksa kondisi keduanya dan mendiagnosa dengan baik kondisi yang ada.

“Saya minta Puskesmas home care dan diambil tindakan medis yang diperlukan,” kata Halim. (sari wijaya/yve)