Seekor Kuda Patahkan Papan Nama DPRD DIY

265
Seekor kuda yang sempat ambruk di Malioboro dan menimpa besi penyangga papan nama petunjuk arah ke DPRD DIY berhasil berdiri kembali, Kamis (10/08/2017). (solahudin alwi/koranbernas.id)

SEEKOR kuda penarik andong tiba-tiba tumbang. Tubuhnya menimpa papan nama DPRD DIY hingga patah. Tiang besi penyangga papan nama yang terpasang di trotoar sisi barat itu melengkung. Peristiwa yang terjadi di kawasan wisata Malioboro, Kamis (10/08/2017) siang itu sempat membuat lalu lintas agak tersendat, untuk beberapa saat. Beruntung, ambruknya tubuh kuda berwarna cokelat tersebut tidak sampai melompati trotoar dan masuk jalur cepat, karena tertahan oleh tiang besi tersebut.

Kusir andong itu, yang oleh rekan-rekannya dipanggil Agus, sempat kaget. Dia tidak menduga, posisi andong saat itu sedang berhenti di jalur lambat menunggu wisatawan. Begitu mengetahui kudanya tergelimpang di atas aspal dengan posisi miring, dia langsung berupaya menyelamatkannya. Namun upaya itu tidak berhasil dia lakukan sendirian. Ini karena tali kuda masih terikat dengan besi andong. Posisi kuda itu sendiri selama lebih kurang dua sampai tiga menit tergeletak di aspal. Kakinya mendepak-depak. Saking kuatnya, terlihat bekas goresan kaki di atas permukaan aspal.

Baca Juga :  Ciptakan Pemilu yang Menggembirakan

Sejumlah warga Malioboro dibantu petugas kepolisian maupun petugas pengamanan DPRD DIY yang sedang bersiap menjaga aksi unjuk rasa mahasiswa di depan pintu masuk DPRD DIY kemudian ikut membantu.

Rupanya, tali kekang kuda tersangkut besi sehingga membuat kuda tertarik sangat kuat hingga susah bergerak. Agus  kemudian melepas tali itu. Namun, lagi-lagi, kudanya belum kuat berdiri. Secepat kilat, kusir andong itu melecutkan cemeti pada bokong kuda, yang langsung njenggilat dan berdiri lagi.

Kusir itu pun cepat-cepat  meraih tali kekang kuda, kemudian mengambil plastik kresek warna hitam digunakan untuk mengambil sumpal yang berada di kedua telinga kuda. Begitu diambil kemudian sumbat telinga itu kembali dimasukkan ke posisi semula, kuda mulai tenang lantas ditarik mundur dan kembali terikat dengan besi andong.

Mboten napa-napa, Pak. Matur nuwun,” ungkap Agus menjawab pertanyaan  seorang petugas kepolisian.

Baca Juga :  Transaksi di Arena PPD Tembus Rp 2,1 Miliar

Dia bersyukur kudanya tidak sampai terguling dan masuk jalur cepat Malioboro.  Sejurus kemudian, begitu kuda kembali terpasang di andong, dia pamit lantas mengarahkan andong menuju arah Titik Nol Kilometer. Sedangkan tiang besi penyangga papan nama petunjuk arah ke DPRD DIY yang sempat ambruk berhasil tegak kembali karena tidak sampai patah total.  Mungkin hanya perlu diperbaiki dan dilas supaya tidak ambruk.

Bagi Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata berkelas dunia, keberadaan andong yang beroperasi di Malioboro sangat berarti. Kendaraan tradisional dengan ciri khas bel serta lampu yang berbentuk unik itu bahkan menjadi salah satu ikon Yogyakarta. Karena andong pula, tidak sedikit wisatawan yang ingin kembali ke Yogyakarta merasakan sensasi menjelajah kota ini, di atas andong. Saat ini di DIY sendiri ada 500-an lebih andong . Mereka tergabung dalam paguyuban.(solahudin alwi)