Segmentasi Pariwisata Harus Jelas, Seperti Apa?

73

KORANBERNAS.ID–Pengembangan pariwisata perlu sekali ditata  secara segmentasi dalam rangka meningkatkan animo kunjungan dan juga memberikan kenyamanan bagi wisatawan itu sendiri. Tugas menata ini menjadi tugas dari pemerintah, tentu  para pelaku wisata  bisa memberikan masukan kepada pemerintah agar penataan tersebut sesuai dengan keinginan pasar.

“Ambilah contoh  di Lombok sudah ada pembagian segmentasi yang jelas. Jika bicara destinasi syariah  bisa ke Mataram dan banyak orang timur tengah yang berwisata ke sana serta  hal yang haram tidak  akan ditemukan. Bahkan  Mataram menjadi  destinasi wisata Syariah terbaik di dunia. Sementara  untuk asing atau segmentasi Eropa bisa mengambil Senggigi atau Gili, lebih free dan wisatawan disana juga tidak terganggu,”kata Wakil Ketua   DPD ASITA DIY, Boby Ardiyanto Setiya Aji disela kegiatan sarasehan Pokdarwis Bantul di RM Numani, Kamis (30/05/2018) sore.

Baca Juga :  Narkoba Dikendalikan dari Balik Jeruji Lapas

Pembagian segmen itu perlu dilakukan jika ingin mengambil semua market yang kadang saling bertolak belakang. Untuk bisa memetakan tentu diperlukan pemerintahan yang kuat dan pengambil kebijakan yang berpihak kepada sektor pariwisata. Kebijakan tersebut juga harus memberikan  fasilitas yang diperlukan wisatawan sesuai dengan segmen masing-masing tadi.

“Pengambil kebijakan dalam pariwisata banyak  orang  yang berkecimpung  dalam dunia politik . Namun demikian dalam pengambilan kebijakan tidak boleh dicampur aduk antara wisata dengan politik. Wisata itu harus bebas,”katanya.

Untuk DIY, menurut Boby  perlu segera melakukan pemetaan. Sehingga DIY punya identitas yang jelas dan segmentasi  yang jelas serta tidak saling berbenturan satu dengan lainnya.

Sementara Kabid Peningkatan Kapasitas Dinas Pariwisata Bantul  Antoni Hutagaol ST MT mengatakan kegiatan sarasehan Pokdarwis tersebut digelar setiap bulan. Di Bantul sendiri ada 38 desa wisata dengan 39 Pokdarwis.

Baca Juga :  TNI Ikut Kendalikan Pertumbuhan Penduduk

“Yang 1 Pokdarwis adalah Pokdarwis pantai,”katanya.

Dalam sarasehan setiap bulan tersebut selalu dihadirkan para praktisi  dan tokoh-tokoh yang memahami dunia pariwisata. Dari sana akan ada ilmu yang didapatkan para pelaku pariwisata sehingga meningkatkan kapasitas dan kualitas pariwisata yang ada di Kabupaten Bantul.

“Harapanya adalah pariwisata  semakin maju dan  berkembang sehingga mendongkrak kunjungan wisatawan  yang  muaranya  pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.  (yve)