Sehari Merapi Erupsi Dua Kali, Abu Sampai Borobudur

324
Hasil analisa morfologi kawah Merapi dari pemantauan CCTV di puncak, teramati adanya penambahan material di sisi sebelah barat rekahan kawah. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Aktivitas Gunung  Merap belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Setidaknya, dalam sehari pada Rabu (23/05/2018) dini hari hingga malam, tercatat dua kali letusan.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Dr Dra Hanik Humaida M Sc, menyampaikan BPPTKG Yogyakarta terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Merapi setelah dinaikannya tingkat aktivitas dari Normal (Level I) ke Waspada (Level II).

“Data pemantauan Merapi pada 23 Mei 2018 dari pukul 00:00 sampai dengan pukul 18:00 mencatat terjadinya dua kali letusan. Letusan pertama terjadi pada pukul 03:31,” ujarnya.

Berdasarkan rekaman seismik dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah dan Kaliurang, letusan kali ini memiliki durasi kejadian 4 menit dan amplitude maksimum 55 mm. Secara visual terlihat tinggi kolom letusan 2.000 meter mengarah ke Barat Daya.

Baca Juga :  Keteladanan Kekuatan Paling Dahsyat

Mwnurut Hanik Humaida, BPPTKG sudah memperoleh informasi dari BPBD Kabupaten Magelang maupun Pos PGM Ngepos.

Dampak dari letusan ini, terjadi hujan abu di wilayah Kabupaten Magelang terutama di wilayah KRB II dan KRB III meliputi Desa Keningar, Sumber, Dukun dan Kalibening,  dengan jangkauan abu mencapai 25 km atau sampai di wilayah Borobudur.

Letusan kedua terjadi pada pukul 13:49. Rekaman seismik mencatat amplitude maksimum letusan 70 mm dengan durasi 2 menit. Suara gemuruh terdengar dari Pos PGM Babadan namun demikian kolom letusan tidak teramati dari semua Pos PGM karena adanya kabut sepanjang hari yang menghalangi pantauan visual.

Dampak dari letusan ini dilaporkan adanya hujan abu tipis pada pukul 14:45 di seputaran Pos PGM di Ngepos, Srumbung Magelang.

Baca Juga :  Di Keceme Sleman, Voli Tarkam Sedot Ribuan Penonton

Adapun data kegempaan dari pukul 00:00-18:00, tercatat Vulkanotektonik (VT) satu 1 kali, Tektonik (TT) 2 kali, Multiphase (MP) 3 kali.

“Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih pada tingkat Waspada (Level II). Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk,” ungkapnya.

Penduduk yang tinggal dan beraktivitas di luar radius 3 km bisa terdampak oleh abu letusan. Untuk mengurangi dampak abu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diharapkan menggunakan masker.

Masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung  Merapi diharapkan selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengantisipasi dampak bahaya abu vulkanik. (sol)