Sehari, Sampah di Sleman 508 Meter Kubik

65
Sri Purnomo menanam pohon klengkeng Kristal pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2018, Rabu (08/08/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Volume sampah di Kabupaten Sleman tercatat mencapai 15.239,85 meter kubik dalam sebulannya atau sebanyak 508 meter kubik perharinya. Nah, ketika di rumah, di dusun, atau di desa sudah ada pengolahan sampah maka kegiatan 3R tentu bisa berjalan lancar,” ungkap Sri Purnomo pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2018 di Dusun Pendulan, Desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Rabu (08/08/2018).

Sri Purnomo pun menggarisbawahi bahwa pengendalian sampah plastik ini membutuhkan partisipasi dan kolaborasi dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak swasta.

“Pemkab Sleman mendukung tumbuhnya pengelola sampah mandiri, semua pihak harus berpatisipasi dan berperan aktif untuk meminimalisir penggunaan plastik atau mengupayakan agar sampah plastik bisa didaur ulang,” tandasnya.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2018 ini dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup Sleman dengan mengambil tema  “Kendalikan Sampah Plastik”. Acara di awali dengan penanaman pohon klengkeng Kristal.

Baca Juga :  Saatnya Gotong Royong Bantu Korban Gempa

Menurut, Arif Haryono, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, pemilihan tema ini merupakan perwujudan dari komitmen bersama seluruh pihak dalam upaya mengatasi bahaya plastik di belahan dunia, pun di Indonesia.

“Ini motivasi kerja untuk atasi sampah dan cara sistematis dalam mengurangi, mengolah, dan melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kegiatan daur ulang atau dikenal dengan istilah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle),” tutur Arif.

Menurut data dari Adipura KLHK 2018, diungkapkan Arif, komposisi sampah plastik di Indonesia saat ini sekitar 16% dari total timbunan sampah secara nasional dan sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan makanan dan minuman, kantong belanja, dan pembungkus barang lainnya.

Baca Juga :  Catat, Pantai Selatan Masuk Kawasan Red Ocean

“Dari total timbunan sampah tersebut, yang didaur ulang diperkirakan baru 10-15%, 60-70% ditimbun di TPA, dan 30% belum terkelola atau terbuang ke lingkungan terutama lingkungan peraian seperti sungai, danau, pantai, dan laut,” tutur Arif.

Oleh karena itu melalui momentum peringatan Lingkungan Hidup se Dunia 2018, Arif mengajak masyarakat untuk dapat melakukan pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan.

“Bisa dengan redesign kemasan plastik, memanfaatkan kembali kemasan, atau mendaur ulangnya,” ucap Arif.

Dalam memeriahkan Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2018 ini, Kabupaten Sleman telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti uji emisi kendaraan bermotor, lomba lingkungan hidup, lomba cerdas cermat bidang lingkungan hidup pelajar tingkat SMP, Mts, SMA/SMK, dan MA, lomba pembuatan film dokumenter di bidang lingkungan hidup, lomba kebersihan dan keteduhan kota, dan program penilaian peringkat kinerja perusahaan. (SM)