Sejumlah 1,5 Ton Apem Siap Disebar

153

KORANBERNAS.ID —  Jumat Kliwon 27 Oktober 2017 mulai pukul 14:00 Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak dijadikan pusat pelaksanaan puncak Upacara Adat Ki Ageng Wonolelo. Akan disebar 1,5 ton apem untuk pengunjung.

Event budaya spektakuler ini merupakan penyelenggaraan ke-50 kalinya dalam rangka untuk memperingati dan mengapresiasi perjuangan Ki Ageng Wonolelo di masa silam.

“Rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelo digelar sejak 13 Oktober 2017, diawali pengajian akbar oleh Al Ustad H Habib Mussofha dari Cilacap Jawa Tengah,” ungkap HY Aji Wulantara SH MHum, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Kamis (26/10/2017) di kantornya.

Ketua Panitia Upacara Adat Ki Ageng Wonolelo, Wartono, menyampaikan tujuan diselenggarakannya upacara adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo untuk mendukung wisata budaya.

Selain itu, juga mengajak generasi muda menggali dan lebih memahami nilai-nilai seni budaya yang adiluhung, dan memberikan wahana bagi pertumbuhan kesenian rakyat serta menumbuhkan rasa handarbeni terhadap seni budaya bangsa sendiri.

Baca Juga :  Sukiran, Kerap Mendapat Cacian Penolak Bandara

Yang pasti acara itu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pelaku ekonomi, melalui berbagai aktivitas selama kegiatan berlangsung.

Dari catatan sejarah, Ki Ageng Wonolelo dengan nama asli Jumadi Geno merupakan keturunan Prabu Brawijaya V sekaligus tokoh penyebar agama Islam pada masa kerajaan Mataram.

Dia bermukim di Dusun Pondok Wonolelo, memiliki ilmu kebatinan yang tinggi pada masa itu. Dia pernah diutus Raja Mataram ke Kerajaan Sriwijaya di Palembang yang saat itu membangkang terhadap Mataram.

Dia pun berhasil menaklukkan Kerajaan Sriwijaya. Nama Ki Ageng Wonolelo atau Jumadi Geno semakin tersohor dari waktu ke waktu sehingga semakin banyak orang berdatangan berguru dengannya.

Sebagai seorang panutan, Ki Ageng Wonolelo banyak mewariskan peninggalan berupa tapak tilas dan pusaka serta benda keramat lainnya. Pusaka, jimat dan berbagai benda keramat peninggalan Ki Ageng Wonolelo inilah yang kemudian dikirab di bulan Sapar setiap tahunnya.

Baca Juga :  Bantuan Bibit Lele Cocok untuk Ponpes

Pada puncak Upacara Adat Ki Ageng Wonolelo, 27 Oktober 2017, dilaksanakan kirab pusaka Ki Ageng Wonolelo, kirab Gunungan, Kirab Keprajuritan, tari dan fragmen.

Di antara pusaka peninggalan Ki Ageng Wonoelo yang dikirab adalah Kitab Suci Al Quran, Baju Onta Kusuma, Kopyah, Bongkahan Mustaka Masjid dan tongkat. Kirab diawali dari Masjid Pondok Wonolelo menuju Makam Ki Ageng Wonolelo sepanjang 800 meter.

Sedangkan penyebaran apem seberat 1,5 ton sebagai simbolisme sedekah. Rangkaian acara ditutup Sabtu malam ditandai pentas orkes melayu Lathansa dan wayang kulit dengan dalang Ki Sritanto. (sol)