Sejumlah 23 Destinasi Wisata Butuh Sentuhan

317
Camat Prambanan Eko Suhargono. (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kabupaten Sleman saat ini sedang fokus mengembangkan destinasi wisata, supaya mampu lebih banyak lagi menarik wisatawan nusantara maupun wisatawan asing berkunjung.

Salah satu wilayah yang sedang mengembangkan destinasi wisata adalah Kecamatan Prambanan Sleman. Apalagi daerah ini memiliki destinasi wisata cukup banyak. Sentuhan dari pemerintah maupun masyarakat sangat diperlukan agar daya tariknya makin meningkat.

“Di wilayah Prambanan tercatat  23 destinasi wisata yang sudah berkembang maupun sedang dalam masa rintisan,” kata Eko Suhargono, Camat Prambanan, Rabu (16/08/2017).

Adapun destinasi wisata berkelas internasional adalah Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang dan Situs Ratu Boko. “Untuk destinasi yang mulai berkembang Taman Tebing Breksi, Rumah Domes dan destinasi wisata rohani Sendang Sriningsih,” kata Eko.

Selain itu juga ada destinasi wisata sejarah budaya seperti Candi Ijo, Candi Barong, Candi Banyunibo dan Candi Watu Gudig. Potensi itu didukung dengan aneka kuliner khas emping bonggol pisang, pie singkong dan sayur lompong.

Pihaknya akan memulai pengembangan pariwisata dengan menggandeng masyarakat selaku pengelola agar bisa menjadi tuan rumah yang baik. Di antaranya melalui kegiatan pelatihan. Beberapa waktu lalu diadakan diklat guide bekerja sama dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko.

“Respons masyarakat sangat baik. Di kawasan Taman Breksi warga menggagas wisata keliling menggunakan kendaraan mobil jip, sehingga sambil naik jip bisa mengunjungi beberapa destinasi wisata yang dikemas dalam satu paket,” jelas Eko.

Sedangkan pembangunan jalan tembus ke obyek wisata Gunungapi Purba Nglanggeran Gunungkidul nantinya diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan wisata Prambanan.

Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan tim appraisal dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terkait penghitungan ganti untung tanah warga.

“Warga masih ada yang merasa tidak puas dengan hasil hitungan karena ada perbedaan nilai taksiran harga yang lebih rendah. Tahap pertama sudah dibebaskan sekitar 2.000 meter persegi, sekarang sedang diupayakan pembebasan tahap dua sekitar 3.300 meter persegi,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Dra Hj Sudarningsih MSI, mengatakan untuk mendukung pariwisata di wilayah Prambanan, sarana infrastruktur khususnya akses jalan akan ditingkatkan.

“Masih ada beberapa jalur yang butuh perbaikan seperti akses menuju Candi Ijo, Candi Barong, dan Candi Banyunibo. Di samping sarana fisik, kesiapan SDM juga akan diperhatikan agar masyarakat sadar wisata dan paham makna Sapta Pesona,” ujarnya. (bid jalasutra)