Sejumlah Guru TK di Yogyakarta Mengadu ke Dewan

Merasa Tidak Nyaman Bekerja Selalu Dibayang-bayangi Rotasi

232
Antonius Fokki Ardiyanto SIP. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah guru Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Yogyakarta mengadu ke dewan. Mereka merasa tidak nyaman bekerja karena dibayang-bayangi rotasi dan mutasi yang kesannya bukan berdasarkan prestasi kerja melainkan karena faktor suka dan tidak suka.

Ini terungkap ketika beberapa guru tersebut menyampaikan keluh kesahnya kepada anggota dewan dari Fraksi PDI Perjungan DPRD Kota Yogyakarta, Jumat (03/08/2018).

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto SIP, kepada wartawan di sela-sela menerima kehadiran guru yang menjadi korban kebijakan itu menyatakan, permasalahan rotasi guru TK dirasa kurang adil dan tidak jelas alasannya.

“Anggaran untuk sekolah TK itu kan ada di Dinas Pendidikan, yang artinya segala tanggung jawab pengelolaan itu ada di dinas. Tetapi faktualnya untuk TK di Kota Yogyakarta, baik negeri atau swasta, sebagian besar yang mengelola itu ternyata TK PKK,” ungkapnya.

Menurut dia, di dalam lembaga itu diketahui ada istri dari Walikota Yogyakarta. “Kebijakan rotasi sudah dilakukan kalau nggak salah sejak September 2017 sampai sekarang,” kata dia.

Rotasi harusnya ada standar aturan atau SOP-nya. Rotasi mestinya dilakukan secara berkala setahun sekali atau dua tahun atau tiga tahun atau lima tahun sekali.

Baca Juga :  Awas Hujan di Awal Musim Pancaroba

“Tapi rotasi ini ada yang dua bulan sekali, tiga bulan sekali bahkan sebulan sekali sehingga menimbulkan ketidaknyamaman dari guru-guru TK yang notabene juga PNS (Pegawai Negeri Sipil),” kata Fokki.

Celakanya, lanjut dia, yang menentukan rotasi itu TK PKK bukan Dinas Pendidikan. “Dinas Pendidikan itu ibarat hanya sebagai stempel saja ternyata. Apapun usulan dari TK PKK itu dinas langsung dok, dinas langsung dok,” terangnya.

Tidak pernah ada sebuah klarifikasi alasan yang mendasar mengapa harus dirotasi. “Lha, setelah ada hal begitu, beberapa guru sekitar sepuluh hari lalu datang ke Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan aduannya mengenai berbagai macam persoalan,” tambahnya.

Di luar dugaan, setelah beberapa guru itu mengadu ke Fraksi PDI Perjuangan, ada seorang guru yang ikut mengadu malah dinonjobkan. yang bersangkutan ditarik ke Dinas Pendidikan tidak boleh lagi mengajar. Sebagian dari mereka adalah guru berprestasi.

Permasalahan tersebut juga sudah disampaikan fraksinya kepada jajaran Dinas Pendidikan sewaktu digelar rapat pembahasan KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara) di tingkat komisi yang membidangi pendidikan.

Sebenarnya, masih banyak guru yang ingin menyampaikan masalah tersebut namun takut. “Fraksi PDI Perjuangan berinisiatif mengundang guru , apa sih sebenarnya yang terjadi di dunia TK Kota Yogyakarta yang notabene merupakan bagian dari sub-sistem dunia pendidikan Kota Yogyakarta,” kata Fokki.

Baca Juga :  “Sebelum Meninggal Sempat Ingin Beli Kaos Seragam”

Dia juga prihatin ada beberapa TK ditutup padahal di sekolah itu masih ada muridnya. “Ini yang membuat DPRD Kota Yogyakarta prihatin. Kita akan undang khusus Dinas Pendidikan walaupun waktu membahas KUA PPAS Dinas Pendidikan menyatakan siap menerima masukan dari siapa pun,” tambahnya.

Yang jadi pertanyaannya adalah, apakah Dinas Pendidikan saat melakukan rotasi dan mutasi sudah melakukan klarifikasi ke guru-guru yang bersangkutan atau pengelola TK. “Hal ini yang masih kita dalami apakah sudah sesuai aturan atau SOP, ataukah behaviour (sikap), ada like and dislike,” ujarnya.
Ditanya seperti apa jawaban Dinas Pendidikan, dia menyampaikan masih sebatas normatif. Proses rotasi dan mutasi guru TK, SD, SMP, itu kaitannya dengan peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di Kota Yogyakarta.

“Ketika kita kejar dasarnya apa? Dasarnya adalah masukan dari semua stakeholder baik itu pengawas ataupun yang lainnya. Hal-hal ini akan kita bahas secara khusus dan kita harus mendapatkan input dari berbagai pihak untuk ditindaklanjuti secara khusus,” tandasnya. (sol)