Sejumlah Pohon Bertumbangan Timpa Rumah Warga

196
Relawan mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Kecamatan Cangkringan Sleman, Jumat (26/01/2018)  malam. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Hujan disertai angin kencang pada Jumat (26/01/2018) malam hingga Sabtu dini hari mengakibatkan sejumlah pohon di wilayah Kabupaten Sleman tumbang dan menimpa rumah warga maupun jaringan listrik.

“Dampak angin kencang pada Jumat hingga Sabtu pukul 00:50, ada 10 lokasi pohon tumbang yang tersebar di enam kecamatan,” kata Makwan, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Sabtu (27/01/2018).

Menurut Makwan, dampak angin kencang tersebut meliputi di Kecamatan Ngalik di Dusun Kencuran Sukoharjo Ngaglik, satu pohon melinjo tumbang melintang di jalan dan tidak menimbulkan korban.

Kemudian ďi Kecamatan Ngemplak di Dusun Sanggrahan Desa Wedomartani dua pohon tumbang melintang di jalan dan sudah terkondisi serta nihil korban.

“Selanjutnya di Kecamatan Kalasan tepatnya di Dusun Salakan, Selomartani satu pohon jati tumbang melintang di jalan, memutus kabel penerangan jalan. Di Kecamatan Pakem di SD Tarakanita Tritis Purwobinangun, pohon tumbang menimpa jaringan listrik, di Kecamatan Turi Dusun Tunggularum, Wonokerto satu pohon sengon tumbang melintang di jalan,” kata Makwan.

Pohon tumbang paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Cangkringan yakni di lima wilayah di lereng Gunung Merapi. Di Kecamatan Cangkringan ada lima titik kejadian yakni di Dusun Srunen Glagaharjo, satu pohon Senu diameter 15 cm tumbang menutup akses jalan.

Di Kalitengah Kidul Glagaharjo empat pohon tumbang di empat titik yang bedekatan, tumbang melintang di jalan dan memutus jaringan lampu penerangan jalan.

Di Dusun Manggong Lama Kepuharjo satu pohon sengon tumbang melintang di jalan dan di Dusun Kalitengah Kidul Glagaharjo satu pohon akasia dan satu pohon mindi tumbang melintang di jalan serta di Dusun Singlar RT 2 RW 13 Glagaharjo, satu pohon jengkol tumbang menimpa rumah Sukimin.

Tempat bakar sampah

Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS), Yoga Nugroho, mengatakan potensi pohon tumbang di wilayah Sleman berada di semua kecamatan.

“Ada banyak faktor penyebabnya, selain pohon sudah lapuk, kondisi pohon juga banyak yang tua. Tetapi sebagian besar karena kesalahan perlakuan manusia. Ada pohon yang dijadikan tempat bakar sampah, buang sampah di batang bawah dan lainnya,” katanya.

Faktor lainnya, banyak pohon yang ditanam di wilayah irigasi sawah dengan tanah yang gembur dan banyak pohon rimbun juga ditanam dengan tipe batang yang mudah patah.

“Kondisi tersebut menyebabkan potensi bencana pohon tumbang bisa terjadi di semua kecamatan. Sebenarnya BPBD Sleman maupun relawan sudah sering melakukan penyisiran, namun belum semuanya karena keterbatasan waktu dan tenaga,” katanya.

Yoga berharap masyarakat ikut merawat pohon-pohon perindang di sekitarnya dengan benar. Tidak boleh dijadikan tempat buang sampah, apalagi membakarnya.

Yoga juga berharap masyarakat ikut andil untuk melakukan pemangkasan dahan pohon yang terlalu rimbun untuk mengurangi tahanan terpaan angin.

“Jika kesulitan untuk pemangkasan, warga dapat menghubungi FKKRS untuk selanjutnya dikoordinasikan oleh komunitas relawan. Prioritas komunitas relawan, adalah pemangkasan pohon yang membahayakan rumah penduduk dan fasilitas pendidikan dan pemerintah,” katanya. (sol)