Sejumlah Tokoh Berpengaruh Hadir di Jogja

Songsong Dies ke-30 dan Lustrum ke-6 MM FEB UGM

551
Direktur MM FEB UGM T Hani Handoko MBA PhD menyampaikan keterangan pers terkait gelaran acara Songsong Dies ke-30 dan Lustrum ke-6 MM FEB UGM, Selasa (26/06/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Sejumlah tokoh nasional yang saat ini memiliki posisi penting serta berpengaruh di pemerintahan maupun perusahaan ternama, dijadwalkan hadir di Yogyakarta.

Mereka siap berbagi pengalaman dalam acara Leaadership Talk yang digelar dalam rangka menyongsong Dies ke-30 dan Lustrum ke-6 Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM FEB UGM).

Direktur MM FEB UGM T Hani Handoko MBA PhD kepada wartawan dalam konferensi pers di kampus setempat, Selasa (26/06/2018) menyampaikan, para tokoh yang diundang itu adalah Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo, Dirut BNI Syariah (Persero) Abdullah Firman Wibowo, Dirut PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto, Dirut Grup Samator Arief Harsono.

Berikutnya, Dirut Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiyarta  Yasa, Dirut PT PJB (Persero) Iwan Agung Firstantara, Direktur PT BTN (Persero) Mahelan Prabantarikso, Staf Ahli Menhub dan Komisaris PT KAI Cris Kuntadi, artis keroncong Sundari Sukotjo. Mereka semua adalah alumni MM FEB UGM.

“Melalui berbagai kegiatan ini kami mengajak para alumni kembali ke kampus untuk berbagi pengalaman dengan sesama alumni dan para mahasiswa. Para alumni ini pulang dan sharing, bercerita bagaimana proses pembelajaran di MM FEB UGM bisa menopang karier mereka hingga menjadi CEO,” ungkap Hani Handoko.

Didampingi antara lain Ketua Program Studi MM FEB UGM Prof Dr Eduardus Tandelilin MBA, lebih lanjut dia menyampaikan Prodi MM FEB UGM saat ini merupakan satu-satunya sekolah bisnis di Indonesia yang mendapatkan akreditasi internasional AACSB, akreditasi sekolah bisnis paling bergengsi di dunia.

Menurut Hani Handoko, meski telah mendapatkan akreditasi pihaknya terus melakukan pembenahan dengan melakukan perbaikan kurikulum dan proses belajar mengajar dalam rangka mencetak calon pemimpin bisnis strategis guna menyongsong revolusi industri 4.0. “Kita ingin mencetak calon pemimpin bisnis strategis yang berintegratif, kreatif dan kompeten,” ujarnya.

Selama 30 tahun menjadi sekolah bisnis, lanjut dia, MM FEB UGM mencetak lebih dari 11 ribu lulusan yang tersebar di dalam dan luar negeri. Sebagian besar lulusan tersebut adalah para pemimpin bisnis perusahaan swasta bahkan bergerak di UMKM. “Melalui alumni, kita ingin memberikan dampak pada perkembangan dunia bisnis di Indonesia,” tandasnya.

Hani menyatakan, Indonesia saat ini masih kekurangan calon pemimpin bisnis yang memiliki tiga kriteria sekaligus yaitu berintegritas, kreatif dan kompeten.

Oleh karena itu, pendidikan di MM FEB UGM tidak hanya mencetak mahasiswa siap pakai namun siap untuk belajar sehingga mereka memiliki kemampuan menjadi pembelajar. “Semua yang kita fasilitasi bisa menunjang karier mereka kelak,” kata Hani Handoko.

Untuk menunjang proses belajar mengajar semakin kompetitif, MM FEB UGM menggandeng 37 mitra dari 11 negara di antaranya Australia, Belanda, Jerman, Perancis, Inggris, Skotlandia, Norwegia, Swedia, Austria, bahkan sudah memiliki program dual degree dengan menggandeng 13 universitas dari luar.

Pada acara Alumni Homecoming30.6 – Reunite, Reconnect, Rekindle yang berlangsung di Auditorium MM FEB UGM itu dijadwalkan hadir Ketua Umum KAFEGAMA-MM Pusat, Ikang Fawzi, Ketua Harian PP KAGAMA Budi Karya Sumadi yang juga Menteri Perhubungan.

Acara yang berlangsung tiga hari 30 Juni hingga 2 Juli 2018 tersebut, juga dimeriahkan berbagai games menarik. Menteri Ristekdikti Prof H Mohamad Nasir Ph D Ak juga direncanakan hadir. (sol)