Seluruh Petugas Apel Pagi Kaum “Kartini”

165
Para pegawai di lingkungan Setda Kab Temanggung dengan berpakaian kebaya khidmat mengikuti apel pagi Hari Kartini  ke-139. (Endri Yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pemerintah Kabupaten Temanggung menggelar apel  pagi memperingati  hari lahirnya Raden Ajeng Kartini ke-139 di halaman  Setda Kabupaten Temanggung Rabu  (24/05/2018).

Bertindak selaku Pembina apel Penjabat Sementara Bupati  Sudaryanto dihadiri Sekda Bambang Arochman dan unsur pimpinan serta diikuti karyawan karyawati.

Karyawan mengenakan batik lengan panjang berpeci dan untuk karyawati mengenakan kebaya. Seluruh petugas apel baik komandan, pembaca doa, pembawa acara maupun ajudan semuanya perempuan.

Pembina apel Sudaryanto dalam amanatnya mengatakan Ibu Kartini menjadi inspirasi di bidang pendidikan.

“Karena melalui perjuangannya telah dapat kita nikmati, kemajuan yang telah dicapai kaum wanita Indonesia sekarang ini adalah berkat perjuangan gigih Kartini semasa hidupnya  yang dengan lantang  menyuarakan emansipasi wanita,” katanya.

Dikemukakan sesuai riwayat perjalanan hidup RA Kartini telah memberikan inspirasi betapa pentingnya pendidikan. Hanya melalui pendidikan yang baik bisa mengubah mindset seseorang bergerak ke arah yang lebih maju baik dalam pola pikir maupun pola tindak. Dengan demikian seseorang akan mudah menerima ide-ide pembaharuan supaya hidupnya lebih berkualitas dan sejahtera.

Baca Juga :  Pukulan Gong Tandai Kampung KB

“Oleh karena itu dengan momentum peringatan Hari Kartini hendaknya menjadi inspirasi dan semangat, utamanya untuk kaum perempuan agar bisa berkiprah lebih banyak guna mengisi masa kemerdekaan ke arah yang lebih berkualitas,“ pesannya.

Pada kesempatan itu juga dibacakan riwayat singkat Raden Ajeng Kartini. Disebutkan Raden Ajeng Kartini, lahir di Jepara Jawa Tengah tanggal 21 April 1879. Atau lebih tepatnya ia dipanggil dengan nama Raden Ayu Kartini.

Kartini menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada tanggal 12 November 1903 yang telah mempunyai tiga istri. Dari pernikahannya tersebut ia dikaruniahi seorang anak perempuan bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada tanggal 13 September 1904.

R.A. Kartini lahir dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yakni Bupati Jepara dengan M.A. Ngasirah. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dan dari semua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua.

Baca Juga :  Temanggung Punya Komunitas Relawan Laskar Bersenyum

Oleh karena orang tuanya termasuk orang penting dalam pemerintahan, Kartini sempat diberikan kebebasan untuk mengenyam pendidikan yang lebih dibandingkan perempuan lainnya. Ia bersekolah di ELS (Europese Lagere School) walaupun hanya sampai berumur 12 tahun. Disanalah antara lain Kartini belajar bahasa Belanda.

Dengan keterampilannya berbahasa Belanda, Kartini mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-temannya yang berasal dari Belanda. Disitulah ia mencurahkan segala unek-uneknya tentang ketidakadilan yang dirasakannya akan beberapa hal yang ia anggap memojokkan wanita pada waktu itu.

17 September 1904, Kartini menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.(SM)