Semua Barang di Lapak Shadaqah Gratis

280
Ibu-ibu pengajian Masjid Nurul Yaqin memilih barang kebutuhan dari lapak shadaqah yang buka setiap sore hingga malam. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Saling berbagi, saling menerima dan menebarkan cinta kepada sesama, itulah yang dirasakan dari kegiatan Lapak Shadaqah di Masjid Nurul Yaqin Dusun Bandut Lor Desa Argorejo Kecamatan Sedayu Bantul.

Tatkala Camat Sedayu Drs Fauzan Muarifin menyambangi kegiatan tersebut pada Jumat (25/05/2018) malam, terlihat ibu-ibu sangat antusias memilih berbagai kebutuhan harian di lapak tersebut.

Ada sayuran, mi instan, bahan baku agar-agar, gula, beras, minyak, tepung, lauk pauk dan kebutuan lain. Ibu-ibu yang mengambil tersebut tidak perlu mengeluarkan uang serupiah pun. Mereka cukup ambil barang yang disukai kemudian dibawa pulang dan dimasak.

Lungsi (50) selaku penggerak kegiatan dan penggerak jamaah mengatakan, lapak shadaqah sudah digelar sejak tiga Ramadan terakhir.

Barang yang ada di lapak shadaqah berasal dari para jamaah masjid. Setiap habis Ashar mereka mengumpulkan barang apapun yang akan disedekahkan, berupa barang mentah ataupun matang dan tidak ditentukan jumlahnya.

Baca Juga :  Puskesmas Sewon 1 Lepas Karyawan Purna Tugas

Selanjutnya, barang-barang tersebut dibersihkan dan dikemas oleh Remaja Masjid Nurul Yaqin. Siapa saja boleh mengambil saat menjelang berbuka, habis berbuka ataupun usai salat tarawih.

“Ide awal dari adanya lapak shadaqah adalah memudahkan mereka yang membutuhkan barang kebutuhan Ramadan,” kata Lungsi.

Lapak Ramadan ini disambut antusias kaum ibu di Bandut lor. Terbukti setiap hari mereka menaruh barang di lapak tersebut.

Penjual telur menaruh telur, pedagang tempe menaruh tempe, pedagang ayam menaruh ayam, begitu juga untuk ibu-ibu yang lain menaruh barang berbeda-beda.

“Di sini sudah tertanam pemahaman bahwa bersedekah itu menenteramkan dan berpahala. Selain itu juga bermanfaat bagi sesama,” kata perempuan yang berjualan di Pasar Semapir tersebut.

Baca Juga :  Jailangkung 2 Hantui Jogja

Dia berharap lapak shadaqah mampu meningkatkan kerukunan di antara jamaah Masjid  Nurul Yaqin. “Setelah selesai kami juga yang membersihkan lapaknya,” kata Anisa.

Fadila Dwi Susanti, remaja masjid, mengatakan jika ada barang yang tidak habis akan dipilah. Sayuran segar dibawa ke salah satu rumah remaja masjid dan disimpan di kulkas.

Sedangkan barang yang  tidak cepat membusuk disimpan di lemari masjid untuk dikeluarkan di hari berikutnya. “Kami  bergiliran berjaga dan diatur jadwalnya,” kata Fadila seraya menambahkan jumlah remaja masjid 80 orang.

Camat Fauzan memberi apresiasii terhadap ide membuka lapak shadaqah. “Ini adalah bentuk saling membantu dan  memupuk kerukunan sesama,” kata Camat Fauzan.

Dia berharap keberadan lapak shadaqah menginspirasi masjid lain karena manfaatnya sangat besar termasuk  manfaat bagi mereka yang membutuhkan. (sol)