Semua Orang Punya Potensi Jadi Kaya

205
Motivator Arif Nugroho memberikan motivasi kepada para siswa SMAN 1 Purbalingga. (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Sejumlah 395 siswa Klas XII SMAN 1 Purbalingga, Jumat (16/03/2018), mengikuti training motivasi di aula sekolah setempat.

Motivator Arif Nugroho, yang juga anggota Komite SMAN 1 Purbalingga, menggembleng mental para siswa agar memiliki mental kaya. Kegiatan itu diadakan menjelang pelaksanaan Penilaian Akhir Semester Genap.

“Untuk mengisi kegiatan jeda semester ini, maka kami bekali para siswa dengan kegiatan training motivasi. Anak-anak sangat antusias, dan penuh semangat hingga acara usai. Kegiatan seperti ini juga kami gelar pekan lalu, diikuti 385 siswa Klas X,”  ujar Drs Kustomo, Kepala SMAN 1 Purbalingga.

Selama kurang lebih tiga jam, Arif Nugroho yang sering diundang sekolah-sekolah di Purbalingga untuk memberikan motivasi ini,  membekali para siswa untuk memiliki mental kaya, sehingga sebagai pelajar dan generasi penerus, kelak akan menjadi orang mandiri  dan memberikan mafaat bagi sesama.

Baca Juga :  Berbuka Puasa Sambil Ikuti Kontes Foto

“Semua orang punya potensi menjadi kaya. Hanya saja, ia mampu mengelolanya apa tidak,” ujar Arif Nugroho  yang juga alumni SMAN 1 Purbalingga tahun 2000 ini.

Mengutip konsep cashflow quadrant dari motivator Robert T Kiyosaki asal Hawai, Arif Nugroho yang selalu menyelingi pemberian motivasinya dengan lagu-lagu klangenan anak muda itu menjelaskan, mental manusia dibagi menjadi empat.

Yaitu, kuadran E (employee/karyawan), kuadran S (self-employee/pekerja lepas), kuadran B (bussiness owner/pemilik usaha) dan  kuadran I (investor/penanam modal).

Menurut Arif Nugroho, sekarang ini terbuka peluang bagi siapa pun, bahkan anak sekolah sekalipun untuk menjadi jutawan. Dengan kemajuan teknologi dan terbukanya pasar dunia, menjadi jutawan bukan hal mustahil.

Contohnya menjadi artis sosmed/youtuber, marketting online, pembuat aplikasi dan sebagainya.

Baca Juga :  Jantung Berdebar Serasa Hanyut di Aliran Cinta

“Begitu cepatnya perubahan, ini yang harus disikapi dengan bijak. Pertanyaan terpenting adalah, sudah siapkah kita menjadi orang sukses yang baik. Begitu banyak orang sukses kaya raya tapi hidupnya berakhir tragis,” ujarnya.

Semua orang ingin sukses dan ingin kaya. “Yang paling penting adalah bukan menjadi kaya, bukan menjadi sukses, tapi bagaimana menjadi orang baik, menjadi orang  yang berguna bagi orang lain,” ujarnya.

Arif berpesan, jadilah orang muda yang foya-foya menebar kebaikan, ketika tua kaya akan amal baik dan semoga mati nanti masuk surga. (sol)