Seni Budaya Sarana Pencegah Terorisme

224
Narasumber memberikan paparan dalam acara dialog Pelibatan Komunitas Seni dan Budaya dalam pencegahan terorisme.(istimewa)

KORANBERNAS.ID–Pencegahan terhadap terorisme harus dilakukan di semua lini karena terorisme menjadi sebuah kejahatan yang harus diperangi oleh seluruh bangsa bangsa yang ada di dunia.

Dalam sambutannya Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jogja KH Abdul Muhaimin mengemukakan bahwa FKPT memiliki tugas dan tanggungjawab untuk memberikan paparan yang benar dalam menanggulangi terorisme.

“Fenomena extrimisme bukan hanya urusan agama tetapi juga bersinggungan dengan berbagai hal baik sosial dan ekonomi. Dan pendekatan terorisme tidak hanya dilakukan dengan pendekatan keamanan, tapi harus melalui berbagai pendekatan salah satunya dengan seni budaya,”katanya, Kamis (26/10/2017) dalam acara Dialog Pelibatan Komunitas Seni Budaya dalam Pencegahan Terorisme.

Dijelaskan bahwa kampus juga dapat menjadi ladang subur dalam berbagai aktifitas yang memiliki kecenderungan menciptakan komunitas yang berafiliasi pada radikalisme.

Salah seorang narasumber yakni Eka Budianta mengemukakan bahwa pada hakekatnya komunikasi yang dilakukan setiap hari ibaratnya sebuah puisi.

“Puisi bukan hanya deretan kata tetapi juga memiliki fungsi sebagai penyedap komunikasi  berdoa juga merupakan puisi. Puisi juga melibatkan hati dalam membuatnya. Selain itu puisi dapat juga menjadi penyemangat dan mampu mengobarkan semangat. dengan kekuatan puisi maka puisi dapat menjadi media perdamaian,”ujarnya.

Eka juga menambahkan bahwa dengan puisi atau bentuk sastra yang akan dapat melembutkan hati manusia sehingga akan menjadi arif. Dengan hati yang arif maka akan menjadi sulit di pengaruhi oleh paham terorisme. (SM)