Seniman Jogja Berjaya di “Go Ahead Challenge” Festival

673
Salah satu seniman Jogja dan karyanya yang masuk semifinal GAC Festival 2017 di Mandala Krida, Jumat (13/10/2017). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Lagi, deretan nama-nama seniman asal Yogyakarta berjaya di kancah nasional. Tiga pekerja seni asal kota budaya ini berhasil masuk dalam sepuluh finalis “Go Ahead Challenge” Festival 2017, ajang kompetisi para kreator seni Indonesia di bidang visual art, fotografi, musik dan style yang digelar di Lapangan Mandala Krida, Jumat (13/10/2017).

Sebut saja Yahya Dwi Kurniawan yang masuk semifinal bidang visual art dengan karyanya berjudul “Spirit and Fire” serta Muhammad Agriawan dengan karya fotografi bertajuk “Dialog Hujan”. Selain itu Harjiyanto dengan karya fotografi berjudul “Foto” dengan teknik kolase.

“Festival ini sebagai wadah para penggiat dan pecinta seni berkumpul untuk merayakan semangat berekspresi dan berkolaborasi di festival kreatif. Festival yang digelar di empat kota ini mempersembahkan karya-karya dari semifinalis terbaik yang berasal dari wilayah Jawa,” ujar Ade Darmawan, visual artist sekaligus salah satu kurator di ajang Go Ahead Challenge 2017.

Menurut Ade, festival itu jadi ajang para pelaku kreatif untuk berekspresi secara lebih luas dan belajar dari para seniman lain. Kegiatan tahunan itu menghadirkan karya-karya inspiratif dari tokoh seni tanah air terkemuka, dan berbagai kolaborasi menarik antara emerging artist, komunitas kreatif, maupun para musisi lokal dan tanah air.

Baca Juga :  Ratusan Pulau Tertancap di Laut, Begitu Molek

Para semifinalis terbaik yang memiliki talenta di bidang visual art, fotografi, musik, dan style, turut mempresentasikan karya mereka secara visual di ruang pamer bertajuk A Space tersebut. Mereka ditantang untuk dapat memamerkan karya-karya mereka yang sebelumnya telah didaftarkan melalui goaheadpeople.id.

Yahya dalam kesempatan itu mengaku bangga dapat memamerkan karya nya untuk dapat dinikmati masyarakat secara luas.

“Bisa lolos menjadi semifinalis di ajang GAC 2017 ini merupakan suatu kebangaan bagi saya. Apalagi karya saya dapat dipamerkan bersama karya para seniman profesional tanah air. Tentunya hal ini sangat menginspirasi dan memacu saya untuk terus menantang diri dalam berkaya dan belajar dari tokoh-tokoh seni panutan,” akunya.

Baca Juga :  “Kursiku Mau Nganti Ngetril Lho”
Para semifinal GAC Festival 2107 bersama kurator seni. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Sementara kurator lain, Anton Ismael mengungkapkan, festival tersebut sebagai ajang menemukan para kreator dari berbagai bidang dan latar belakang. Ajang itu bisa dimanfaatkan oleh para kreator untuk membuka diri seluas-luasnya.

“Termasuk mereka yang berasal dari Yogyakarta maupun daerah lain di sekitarnya, jangan berhenti mengasah bakat dan berani dalam berekspresi dan bereksplorasi,” ungkapnya.

Setelah Samarinda dan Yogyakarta, GAC Festival akan melanjutkan perjalanannya ke Bandung (21/10/2017) dan Lampung (4/11/2017). Dari 48 semifinalis yang berhasil tersaring di empat kota tersebut, nantinya dipilih 12 finalis untuk pamer karya di Jakarta. Lalu di antara mereka akan dinobatkan sebagai pemenang GAC 2017 yang nantinya mendapatkan pengalaman berseni di Amerika Serikat.

“Selama proses kompetisi, para peserta dapat belajar dari para tokoh seni terkemuka tanah air melalui workshop, challenge serta berbagai kelas kreatif yang membuat GAC menjadi lebih dari sekedar kompetisi kreatif, tapi sebuah ruang untuk mengembangkan diri,” imbuhnya.(yve)