Seniman Menari di Monumen Tugu Jogja

Meriahkan Acara Shalawat Kebangsaan Pesan Damai dari Yogyakarta

329
Sejumlah seniman menari di kawasan Monumen Tugu Yogyakarta, Minggu (03/06/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Sejumlah seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tampil mementaskan tarian di bawah monumen Tugu Yogyakarta, Minggu (03/06/2018) sore.

Ini merupakan bagian dari acara Shalawat Kebangsaan Pancasila adalah Kita, Pesan Damai dari Yogyakarta yang digelar oleh Aliansi Bela Garuda atau ABG.

Kebetulan, di lokasi itu digelar dua acara sekaligus salah satunya acara Cooking on The Street-ICA BPD DIY berbagi dalam rangka Festival Kuliner Pesona Ramadan Tahun 2018.

Peserta pun harus berbagi tempat. Petugas kepolisian terlihat mengatur arus lalu lintas supaya acara berjalan lancar dan pengguna jalan merasa nyaman.

Selain pentas tari, acara ini juga dimeriahkan penampilan bregada prajurit dan puncaknya Shalawat Badar dibawakan oleh Banser NU kemudian ditutup dengan pembagian takjil.

Totok Ispurwanto SH dari Aliansi Bela Garuda kepada wartawan mengatakan momentum peringatan lahirnya Pancasila 1 Juni 2018 menjadi tonggak menegaskan ke-Indonesiaan.

“Pancasila perlu dijiwai oleh setiap anak bangsa karena masih ada kelompok masyarakat yang menganggap Pancasila belum final dan mau mengganti sistem negara demokrasi Pancasila dengan Khilafah,” ungkapnya.

Yogyakarta merupakan kota yang beragam dan toleran terhadap berbagai perbedaan. Selain itu, Yogyakarta juga merepresentasikan keragaman suku, agama dan golongan.

“Melalui kegiatan Shalawat Kebangsaan ini kami  mengajak semua elemen bangsa untuk terus mengedepankan nilai-nilai budaya tepa selira dan toleransi antarsesama anak bangsa untuk hidup harmonis dan damai,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Aliansi Bela Garuda menyampaikan pernyataan sikap. Pertama, mendorong semua elemen bangsa Indonesia memegang teguh Pancasila sebagai sendi dan dasar kehidupan bernegara dan berbangsa.

Kedua, mendorong semua elemen bangsa yang berbeda-beda mewujudkan toleransi dengan tepa selira dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, mengajak semua elemen bangsa mengedepankan kedamaian dan mencegah konflik yang memecah persatuan dan kesatuan.

Keempat, mendorong semua elemen bangsa menolak dengan tegas  berbagai upaya penggantian Pancasila sebagai dasar negara dengan sistem khilafah dan sistem serta ideologi lainnya.

Kelima, mengajak semua elemen bangsa dari Yogyakarta untuk mengembangkan persaudaraan kemanusiaan dan kebangsaan untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan Sejahtera. (sol)