Senyum Cerah Buruh Gendong Pasar Beringharjo Dapat Nasi Bungkus Sedekah

261
Pembagian Nasi Bungkus Jumat Barokah di Masjid Muttaqien Pasar Beringharjo Yogyakarta Jumat (02/03/2018). (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Hanya dalam waktu sekitar setengah jam, 525 Nasi Bungkus Jumat Barokah yang disiapkan pengurus Takmir Masjid Muttaqien Jalan Pabringan Kota Yogyakarta habis dibagikan. Di antaranya diambil para buruh gendong Pasar Beringharjo, tukang-tukang becak,  maupun orang yang lewat

“Ini bukan untuk duafa. Siapa saja yang mau dipersilakan,” kata Hadjid Busyairi, Ketua Takmir Masjid Muttaqien menjawab pertanyaan koranbernas.id, Jumat (02/03/2018) di ruang kerjanya.

Didampingi Sekretaris Takmir Masjid Mustofa, Djianto, lebih jauh Hadjid menjelaskan sedekah nasi dengan sumber dana dari masjid tersebut dilakukan sejak Januari 2018. Awalnya setiap Jumat hanya 450 bungkus. Tetapi karena peminatnya banyak sekali, terhitung mulai Maret ini ditambah 75 sehingga jumlahnya 525.

Pernah pihak takmir masjid menerima sedekah dari orang yang tak mau disebut namanya berupa 50 nasi. Tapi karena sudah selesai pembagian, nasi tersebut disediakan usai salat Jumat.

Baca Juga :  Tangan Boimin Bergetar Didatangi Polisi

Ternyata jamaah salat Jumat juga mau menikmatinya. Selain dari masjid, pada dasarnya sedekah ini juga terbuka bagi siapa yang ingin beramal jariah. “Pernah alumni SMA Negeri 2 Yogyakarta menyumbang uang Rp 1 juta. Mereka melihat kegiatan ini,” kata Hadjid.

Menunya berganti-ganti. Hari Jumat kali ini berupa nasi, sayuran serta telur balado. “Enak ini. Tidak perlu beli makan siang. Lebih ngirit,” kata Mbah Tiyem, buruh gendong dari Sentolo Kulonprogo sambil tersenyum cerah.

Sesudah membuka nasi bungkus, wanita yang sebagian besar giginya sudah tanggal itu tidak segera menikmatinya. Nasi ditinggalkan di srumbung bambu dan dia segera berlari memburu pelanggannya untuk menjual jasa gendongnya.

Dereng ngelih, wong tesih enjang,” kata Mbah Tiyem sambil berlari. Sementara itu beberapa buruh gendong, tukang becak dan petugas Gojek sudah langsung menyantapnya.

Masjid selalu makmur

Pembagian nasi bungkus tersebut dilakukan pukul 10:00 sampai habis. Masjid yang merupakan pindahan dari sisi barat Pabringan itu sangat makmur oleh jamaah.

Baca Juga :  Tes Urin Pegawai Cegah Bahaya Narkoba

Sejak Subuh, karena pasar sudah mulai ramai sebelum Subuh. Dilanjut Dhuha, Dhuhur, Ashar, Maghrib sampai Isya selalu ramai jamaah. Siang banyak digunakan pedagang dan pengunjung Pasar Beringharjo. Sedangkan Maghrib dan Isya banyak pedagang Pasar Senthir di parkiran pasar maupun pedagang kaki lima memanfaatkannya. Sampai pukul 20:00 masjid baru tutup untuk buka lagi Subuh esok harinya.

Pada setiap Sabtu pagi digelar pengajian tafsir Alquran dan Hadits bergantian. Jamaah pengajian  kurang lebih  600 orang sehingga infak yang terkumpul pun banyak.

Kisaran infak Rp 3 juta, di antaranya untuk membantu pembangunan masjid di luar Muttaqien, kegiatan sosial seperti membantu saat terjadi banjir, beasiswa maupun untuk jamaah yang sakit. Masjid Amal Bhakti Muslim Pancasila tersebut dibangun tahun 1992. (sol)