Seorang Bidan PNS Dilaporkan Karena Ujaran Kebencian

1158
Wakil Ketua Bidang Hukum DPC PDIP Purworejo, Bambang Winaryo (kiri) yang didampingi Ketua Fraksi PDIP Purworejo, Prabowo, saat Konferensi Pers di Bawaslu setempat, Selasa (26/06/2018) petang tadi.(Hery Priyantono/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Seorang bidan desa yang tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo yang bertugas di Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo, dilaporkan atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian.

Bidan desa berinisial M, dilaporkan karena menyebarkan berita hoax yang memfitnah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Tak hanya itu, bidan ini dilaporkan juga telah melakukan kampanye hitam terhadap pasangan Calon Gubernur Jateng Ganjar – Yasin.

Pelapornya adalah Priyambodo, Pengurus BSPN DPC PDI Perjuangan Purworejo.

“Saya sudah melaporkan ke Polres Purworejo lalu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purworejo melalui Gakkumdu. Karena ini berkait dengan kampanye hitam terhadap Paslon kami, Ganjar – Yasin,” ucap Priambodo kepada sejumlah Pewarta yang bertugas di Purworejo.

Baca Juga :  Pelaku Politik Uang Bisa Dipenjara 36 Bulan

Priambodo yang juga didampingi oleh Wakil Ketua Bidang Hukum DPC PDIP Purworejo, Bambang Winaryo juga akan melaporkan sebagai tindakan ujaran kebencian.

“Kami juga akan laporkan kasus ini sebagai tindakan melanggar hukum, yakni ujaran kebencian,” tegas Bambang mendampingi Priambodo di Gedung Bawaslu setempat.

Bambang menambahkan, seharusnya pada masa tenang menjelang pilgub, tidak ada upaya kampanye, termasuk kampanye hitam.

“Saya bisa mengatakan bahwa ada unsur kampanye hitam.  Karena dalam bukti yang kami miliki, pelaku menuliskan kalimat mengandung unsur ajakan, dibawah link dan foto yang disebarkan ke banyak ponsel android se Kabupaten Purworejo,” paparnya.

Kalimat yang dimaksud Bambang, yakni “Monggo dipenggalih olehe milih”.

Baca Juga :  Kuasa Hukum PKL Tuding Upaya Penggembosan

Ketua Bawaslu, Rinto, kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini.

“Ranah kami adalah pelanggaran pemilu. Dan ini tengah dalam pemeriksaan saksi-saksi oleh petugas Bawaslu,” ujar Rinto.

Rinto juga mengakui bahwa pelapor datang sendiri dengan membawa bukti-bukti.

“Kami masih akan menemui saksi lain dan juga terlapor. Nanti baru kami bisa mengambil kesimpulan,” ungkapnya.

Hingga berita ini ditulis, suasana di Gedung Bawaslu Purworejo masih ramai oleh pihak-pihak terkait dan massa fanatik partai berlambang Banteng dalam Lingkaran itu.(SM)