Seorang Lelaki Tewas Terjun dari Tower Seluler

146
Petugas mengevakuasi mayat yang tersangkut batu di di bawah Jembatan Duwet Pedukuhan Salam. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Seorang lelaki diketahui bernama Sumarsono (50) warga Pedukuhan Kedondong Banjararum Kalibawang Kulonprogo, nekat terjun dari tower operator seluler setinggi 20 meter. Peristiwa itu terjadi di Pedukuhan Sayangan Banjararum Kalibawang, Jumat (02/02/2018).

Menurut Tujinah (50), warga Pedukuhan Kriyan Banjararum Kalibawang, awalnya ada orang  memanjat tower seluler, dia kira petugas tower seluler yang sedang mengerjakan sesuatu.

“Kemudian saya mendengar suara benda jatuh di atap gardu seluler yang terbuat dari cor beton. Setelah diperiksa warga, korban sudah tergeletak dengan posisi telentang. Kemungkinan kondisinya sudah meninggal,” jelasnya.

Warga menduga Sumarsono bunuh diri dengan cara terjun dari tower yang tinggi. Namun ada yang menduga, karena korban dikenal warga sebagai kurang waras kemungkinan dia melakukan terjun bebas meniru adegan ekstrem di siaran televisi.

Kapolsek Kalibawang, Kompol Endang Suprapto, mengatakan korban meninggal di lokasi kejadian akibat terluka parah di kepala dan patah kaki kiri. “Kejadian ini murni bunuh diri. Berdasar keterangan keluarga, korban mengalami gangguan jiwa,” katanya.

Baca Juga :  Air Irigasi dari Waduk Wadaslintang Berkurang

Mayat tersangkut batu

Di Kalibawang pada Jumat pagi juga ada penemuan mayat terapung di Sungai Progo. Mayat tanpa identitas tersebut tersangkut batu berjarak sekitar 10 meter di bawah Jembatan Duwet Pedukuhan Salam.

Keberadaan mayat diketahui sekitar pukul 07:50. Ada seorang warga yang lewat tanpa sengaja melihat sesuatu mencurigakan menyerupai manusia mengapung di aliran sungai. Orang itu kemudian melapor ke pemilik warung di ujung jembatan.

“Ada orang lewat mengaku melihat mayat di sungai lalu lapor ke suami saya. Saat dicek memang betul itu jenazah manusia,” kata Marsih (35), pemilik warung.

Upaya mengevakuasi mayat ini tidak mudah. Karena berada di aliran sungai yang kiri kanan tebing curam dan dalam. Tim SAR DIY, PMI Kulonprogo dan Brimob dua jam lamanya melakukan evakuasi.

Baca Juga :  Satgas Saber Pungli Sleman Menata Personelnya

Jenazah bisa diangkat dengan tali khusus dan ditarik lewat tengah badan jembatan. Selanjutnya, petugas medis dari Puskesmas Kalibawang melakukan pemeriksaan awal dan visum atas jasad tersebut.

Panit Reskrim Polsek Kalibawang Iptu Hadi Purwanto, menyatakan, dimungkinkan jenazah tersebut sudah sekitar tiga hari hanyut.

Kulitnya sudah mulai mengelupas, badan mulai membusuk serta mengeluarkan aroma tidak sedap. Di pelipis kanan dan kiri terdapat luka yang dimungkinkan karena tebentur batu saat hanyut.

Diperkiraan, jasad lelaki berusia sekitar 40 tahun itu merupakan korban hanyut di sungai dari wilayah hulu Sungai Progo di utara Kulonprogo. Di Kalibawang, belum ada laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya. (sol)