Sepi Peminat, Lelang Posisi Direktur RSUD Soedirman Gagal

408
Lelang jabatan direktur RSDS Kebumen gagal akibat kuota calon pendaftar yang tak terpenuhi

KORANBERNAS.ID – Meski telah diperpanjang hingga Jumat (8/9) siang hingga pukul 14:00, lelang jabatan atau seleksi terbuka calon direktur RS Dr Soedirman (RSDS) Kebumen tetap gagal. Alasannya adalah jumlah pendaftar yang lebih sedikit dari ketentuan yang dipersyaratkan.

Panitia seleksi terbuka calon direktur RSDS Kebumen. mendasarkan ketentuan,  seleksi bisa dilakukan,  jika jumlah pendaftar paling sedikit tiga orang.

Masa perpanjangan  pendaftaran yang dimulai Jumat (25/8) hingga Jumat (8/9) ternyata hanya diisi dua orang pendaftar saja. Pengumuman  perpanjangan  pendaftaran, antara lain menyebutkan, jika jumlah  pendaftar  kurang dari tiga orang, seleksi  terbuka dinyatakan  gagal  dan ditutup.

“Sampai batas akhir  pendaftaran   direktur rumah sakit  dr Soedirman, pendaftarnya hanya dua orang,” kata Kepala  Badan Kepegawaian Pendidikan  dan Pelatihan  Kebumen Supriyandono SH kepada  koranbernas.id, Jumat malam.

Supriyandoko sendiri tidak menyebutkan identitas  kedua orang  pendaftar  yang memasukan  berkas  pendaftaran  pada masa perpanjangan.

Lelang jabatan atau seleksi  terbuka calon direktur RSDS Kebumen di sebagian  kalangan  pegawai RSDS, dianggap hal yang aneh dan kontroversial. Sebab, Direktur RSDS  dr Bambang  Suryanto MKes, hingga sekarang masih aktif bekerja sebagai direktur.

Anehnya, yang bersangkutan tidak berhalangan sementara atau tetap sebagai direktur rumah sakit milik Pemkab Kebumen itu.  “Lha dr Bambang masih seger-meger kok mau diganti,”  ujar Drs Muji Pramono Apt (56) pegawai  fungsional  senior  kepada koranbernas.id dalam sebuah kesempatan.

Bambang Suryanto dilantik menjadi Direktur RSDS oleh  Bupati Kebumen HM Yahya Fuad,  pada 28 Desember 2016.  Pelantikanya  bersamaan dengan 900-an orang pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Kebumen. Ada lima jabatan kepala dinas/badan yang dikosongkan.

Pengisiannya menggunakan cara  seleksi terbuka. Lelang  jabatan  untuk lima kepala dinas/badan sampai sekarang masih terus berjalan. (nanang w hartono/ros)