Sepuluh Desa Dipantau karena Stunting Gizi Buruk

132
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X bersama pejabat BKKBN Pusat dan Kepala Perwakilan BKKBN DIY Drs Bambang Marsudi MM. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kabupaten Kulonprogo ditetapkan menjadi salah satu pilot project pemantauan stunting, atau perkembangan anak yang tertinggal secara fisik maupun kemampuan otaknya.

Masalah ini ditangani langsung oleh pemerintah pusat sebagai program prioritas, karena menyangkut penyiapan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis dibacakan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X pada pembukaan temu regional yang membahas masalah stunting di Hotel Santika (23/08/2018), mengatakan ada sepuluh desa dari 88 desa di lima kecamatan yang akan diamati perkembangannya.

Kasus gizi buruk mendominasi penyebabnya. Oleh karena peran orangtua atau keluarga sangat dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang anak di semua tahapan siklus kehidupan.

Baca Juga :  Tangisan Kembali Pecah di Pengadilan Negeri Sleman

Dimulai sejak ibu hamil yang perlu asupan gizi dan vitamin cukup. Dilanjutkan setelah lahir perlu pemberian Air Susu Ibu selama dua tahun.

Wakil Gubernur DIY Paku Alam X membacakan sambutan tertulis Gubernur DIY. (arie giyarto/koranbernas.id)

Ditambah lagi dengan perilaku hidup sehat serta menjaga kebersihan lingkungan. Kehidupan 1.000 hari pertama ini sangat penting terkait siklus kehidupan manusia sejak janin dalam kandungan sampai lanjut usia.

Kemudian tumbuh kembang pada tahapan remaja juga sangat penting. Di DIY sudah dilakukan dengan target remaja teredukasi untuk bisa menjadi remaja mandiri.

Berbicara mengenai berbagai capaian program, menurut gubernur, sebenarnya DIY sidah cukup signifikan. Total Fertility Rate (TFR)  tercatat 2,2. Sebagai perbandingan angka nasional 2,4.

Rata-rata penggunaan alat kontrasepsi juga berada di atas angka nasional yakni 76 sedang angka nasional masih 63,6. Usia kawin pertama perempuan rata-rata ada di angka 22,1 tahun dibanding angka nasional 20,1.

Baca Juga :  Generasi Muda Perlu Geluti Sosioagripreneur

Gubernur berharap ada peningkatan peran keluarga terkait dengan tumbuh kembang anak sejak masih janin dalam kandungan sampai 1.000 kehidupan pertama.

Pola asuh anak dan menjaga lingkungan serta perilaku hidup sehat diyakini bisa menekan angka stunting.

Temu regional ini diharapkan menjadi ajang tukar pengalaman. Pertemuan diikuti 100 peserta dari kabupaten kota yang merupakan kantong-kantong stunting dan menjadi pilot project pencegahan dan penanganannya. (sol)