Serangan Hama Tikus Mengganas

253
Petani dibantu anggota Koramil 02/Sedayu menggelar gropyokan tikus di Dusun Panggang Desa Argomulyo, Minggu (29/10/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Hasil panen padi di bulak sawah Dusun Panggang Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu sejak tiga tahun terakhir anjlok total. Penyebabnya adalah serangan hama tikus yang mengganas.

Bahkan jika biasanya satu hektar menghasilkan 7 kuintal gabah kering panen (GKP) bahkan lebih, akibat serangan tikus petani hanya panen 1 hingga 2 kuintal.

Kondisi tersebut tentu sangat merugikan petani, sehingga mereka bergotong royong menggelar gropyokan tikus, Minggu (29/10/2017), dibantu anggota Koramil 02/Sedayu.

Jalannya gropyokan berlangsung gayeng dan penuh semangat. Petani saling bantu satu dengan lain untuk bisa menangkap hewan pengerat tersebut.

Cara menangkapnya pun unik. Ada yang dicangkul langsung dari lubang persembunyian, kemudian ketika tikus keluar digebug ramai-ramai menggunakan pentungan kayu maupun bambu.

Ada juga yang diasapi menggunakan obat, sehingga tikus akan pusing dan keluar dari lubangnya kemudian diburu ramai-ramai.

Alhasil puluhan ekor tikus berhasil ditangkap. Sedangkan ular yang saat itu juga ditangkap dikembalikan lagi ke sawah karena merupakan predator alami pemangsa tikus.

Wahyu Joko Triyono selaku Dukuh Panggang mengatakan gropyokan merupakan salah satu cara untuk menekan perkembangbiakan tikus. “Parah sekali kondisi di sini akibat tikus. Jadi kami lakukan gropyokan agar tikus berkurang,” katanya.

Ketua Kelompok Tani (Klomtan) Kembangrejo Tegalrejo Panggang, Gimin, mengatakan gropyokan dilakukan sedikitnya sekali usai panen.

Jika masa panen, menurut Gimin, satu galengan atau saluran air bisa dapat tangkapan 100 hingga 150 ekor. Usai panen tikus biasanya bermigrasi, maka tangkapan sekitar 50-60 ekor.

Berbagai upaya dilakukan untuk menekan hama tikus. Kalau tidak rusaklah tanaman padi kita,” katanya.

Menurut Gimin, serangan tikus memang menjadi momok petani di wilayah tersebut. “Tikus banyak karena daerah di sini dikelilingi oleh perbukitan,” katanya.

Selain gropyokan upaya lain yang dilakukan adalah pelepasan predator alami tikus yakni ular dan burung hantu yang jumlahnya puluhan beterbangan di persawahan Argomulyo. (sol)

Baca Juga :  Anissa Meriahkan Ramadan Anda