Serangan Oemoem 1 Maret dari Jogja untuk Dunia

202
Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal Wuryanto didampingi Kepala Museum Benteng Vredeburg membuka pameran Serangan Oemoem 1 Maret, Kamis (01/03/2018), di Benteng Vredeburg Yogyakarta. (dwi suyono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Raungan sirene atau gauk penutup jam malam, menjadi penanda persiapan para pejuang rakyat. Hari itu 1 Maret 1949 tepat pukul 06:00, terjadilah penyerangan dadakan terhadap pasukan Belanda di Yogyakarta. Hari itu pula TNI menunjukkan eksistensinya kepada dunia bahwa Negara Republik Indonesia masih ada.

Gambaran pertempuran yang dikenal dengan Serangan Oemoem (SO) 1 Maret itu diangkat kembali oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada pembukaan pameran Serangan Oemoem 1 Maret, Kamis (01/03/2018), di kompleks Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Dalam sambutan tertulisnya dibacakan Kepala Kesbangpol DIY, Agung Supriyono, Sultan mengatakan walaupun hanya menguasai Yogyakarta selama 6 jam dari pendudukan Belanda saat itu, Yogyakarta telah menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia masih punya kekuatan, setelah Belanda mencoba menguasai kembali tanah air Indonesia.

Baca Juga :  Kenali Bahaya Komunis Lewat Nobar G30S PKI

“Peristiwa ini menjadi bagian penting bagi Yogyakarta bahkan Indonesia. Semangat pantang menyerah para pejuang serta bersatunya rakyat dan TNI menjadi inspirasi bagi generasi saat ini,” tuturnya.

Kejadian tersebut menunjukkan Indonesia merupakan bangsa yang kuat, besar dan mandiri. “Inilah nilai yang harus selalu dipahami dan disadari oleh semua anak bangsa,” kata dia.

Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Zaimul Azah, mengemukakan pameran kali ini digelar untuk menyegarkan kembali ingatan tentang pentingnya kejadian saat itu.

Selain itu, juga menjadi bahan belajar bagi generasi saat ini guna membangun dan menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

Pameran bertema Serangan Oemoem 1 Maret 1949 Jogja Mendunia kali ini diisi berbagai kegiatan seperti malam tirakatan, bersih-bersih, ziarah, diskusi nilai patriotisme, talk show  serta karnaval. Rangkaian acara berlangsung seminggu. (sol)

Baca Juga :  “Satu Pemilih Sangat Berharga”