Setelah 30 Tahun, Tempat Pembuangan Sampah Liar Akhirnya Ditutup

192
Suasana bekas tempat pembuangan sampah di tepi Sungai Luk Ulo, Kelurahan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Senin (4/12/2017) . (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Tempat pembuangan sampah liar di  tepi Sungai Luk Ulo di Kelurahan dan Kecamatan  Kebumen, Kabupaten Kebumen akhirnya ditutup. Tempat itu hampir 30 tahun sebagai tempat pembuangan sampah liar. Penutupan, merupakan salah satu komitmen Pemkab Kebumen meraih tropi/ penghargaan Adipura untuk kategori Kota Kecil tahun 2018.

Penutupuan tempat pembuangan sampah ini, dilakukan dengan memasang papan larangan membuang sampah  sekaligus pemberitahuan ancaman pidana kurungan  atau denda.

Di tempat itu dibangun sekat tembok, sehingga bekas pembuangan sampah tidak nampak. Sekat tembok itu sekaligus sebagai taman.

“Suasana di sekitar itu, sekarang sudah tidak berbau dan nampak lebih rapi,“ kata Suparlan (63), warga RT 02 RT 07 Kelurahan Kebumen kepada koranbernas.id, Senin (4/12/2017).

Baca Juga :  Sastrawan Lima Kota Berkolaborasi di  Gombong

Seingatnya tempat itu sudah sejak tahun 1967 menjadi tempat pembuangan sampah. Larangan pernah dikeluarkan karena tebing Sungai Luk Ulo longsor. Namun warga kembali membolehkan. Timbunan sampah, termmasuk material bongkaran bangunan dimanfaatkan untuk mengurus tebing yang longsor.

Suparlan mengkhawatirkan daerah tersebut akan longsor lagi jika terjadi  banjir atau air di Sungai Luk Ulo pasang. Karena itu, warga berharap pemerintah bisa membangun  bangunan penahan longsor.

“Di pelosok pedesaan pemerintah bisa bangun paku bumi dan bronjong batu. Mosok disini tidak bisa,“ kata Suparlan.

Pembuangan sampah di tempat ini, disebut menjadi salah satu penghambat Kota Kebumen meraih tropi atau  penghargaan Adipura untuk Kota Kecil.

Baca Juga :  Umur Kabupaten Kebumen Bertambah 295 Tahun

Dengan pembenahan kawasan di tepi Luk Ulo ini, Pemkab Kebumen berharap Adipura  bisa diraih tahun 2018. (SM)