Setelah Tujuh Bulan, Akhirnya Sumiyati Bisa Keluar Rumah

208
Kasi Kemasyarakatan Kecamatan Sedayu, Drs Eko Agus Raharjo dan Bhabinkamtibmas Desa Argosari Bripka Murijan menyerahkan kursi roda kepada Ny Sumiyati (47) warga Pedusan RT 59, Desa Argosari, Kec Sedayu, Jumat (24/11/2017). (sari wijaya/koran bernas.id)

KORANBERNAS.ID–Air mata  Ponijo (50) langsung menetes dan suaranya tercekat ketika menerima kedatangan kasi kemasyarakatan  Kecamatan Sedayu Drs Eko Agus Raharjo, Bhabinkamtibmas Desa Argosari Bripka Murijan dan rombongan di rumahnya Dusun Pedusan RT 59, Desa Argosari, Kec Sedayu, Jumat (24/11/2017) siang.

Rasa haru itu membuncah, manakala Bripka Murijan membawa bantuan kursi roda dari donatur untuk istrinya Ny Sumiyati (47 tahun). Usai menyeka air matanya, buruh bangunan itu  segera membopong tubuh kecil istrinya untuk mencoba kursi roda tersebut.

Walaupun  hampir semua bagian tubuh ibu tiga anak itu kaku, tetapi Ponijo dengan telaten mendudukan dan memasang tali kursi roda dan juga sandaran. Sehingga istri yang dinikahi sejak 27 tahun silam itu bisa duduk kendati tidak tegak layaknya orang normal.

Maturnuwun sanget. Kulo maturnuwun awit bantuanipun,”kata Ponijo tercekat.

Dirinya berencana setelah mendapat bantuan kursi roda, akan membawa istrinya jalan-jalan menikmati udara  di luar rumah. Maklumlah ketika penyakit tulang menggerogoti raga istrinya, sejak tujuh bulan terakhir Ny Sumiyati hanya bisa tergolek di tempat tidur.

Baca Juga :  Para Wanita, Ayo Deteksi Dini Kanker Serviks

“Kalaupun bangun biasanya karena keperluan ke kamar mandi dan saya gendong. Atau jika makan,”katanya.

Kalau untuk makan, menurut Ponijo istrinya masih bisa nyendok sendiri kendati jari tangannya kaku-kaku. Namun untuk keperluan lain termasuk mandi, dirinya atau anaknya bergantian mengurus Ny Sumiyati .

Menurut  Ponijo, penyakit yang diderita istrinya itu diawali dengan rasa sakit di beberapa bagian tubuh. Awalnya istrinya masih bisa berjalan kendati pelan-pelan, namun semakin lama semakin lemas dan  tidak bisa lagi mengangkat tubuhnya. Praktis, setiap hari istrinya  hanya tiduran di atas tempat tidur untuk menghabiskan hari-harinya.

Ponijo sendiri  sudah berusaha mengobati istrinya ke RS dan melakukan terapi alternatif namun belum ada hasil yang menggembirakan. Begitupun setiap hari dengan sabar dirinya merendam tangan dan kaki istrinya dengan air hangat diberi garam agar tidak kaku, namun belum ada perkembangan  menggembirakan hingga kini.

Baca Juga :  Ada Festival Kue Lebaran di Transmart Maguwo

Sementara Ny Sumiyati mengaku kalau dengkul kaki awalnya yang sakit. Lama-lama nyeri dan  sakit sekujur badan. Lama lama persendian banyak yang  kaku dan tidak bisa digerakkan.

“Selain kaki badan saya juga sakit semua, linu. Ini jari tangan saya juga kaku,”katanya sembari menunjukkan jarinya  tidak bisa diluruskan. Kakinya juga selalu nekuk dan susah untuk diluruskan.

Dia ingin bisa kembali pulih seperti sediakala. Sudah minum obat dan juga ke RS, namun belum ada perkembangan.

“Sudah kebanyakan minum obat tapi belum sembuh sampai sekarang,”katanya.

Sedangkan Eko mengatakan bantuan tersebut dari donatur yang berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan juga pihak kecamatan. Harapnya setelah mendapat bantuan kursi roda, akan mempermudah aktifitas dari Ny Sumiyati sehari-hari.

“Semoga setelah adanya bantuan ini akan semakin mempermudah aktifitas ibu Sumiyati,” katanya.(SM)