Setengah Juta Pil Koplo Diungkap Jajaran Polda

254
Dirresnarkoba Polda DIY Kombes Polisi Wisnu Widarto didampingi Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulitanta dan Kasubdit I Resnarkoba AKBP Ermawati, Jumat (16/03/2018) sore, menggelar jumpa pers ungkap kasus peredaran gelap pil koplo. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Jajaran Ditresnarkoba Polda DIY berhasil mengungkap peredaran gelap ratusan ribu butir pil koplo trihexypinedyl atau yang populer dengan sebutan pil sapi atau pil Yarindo.

Keberhasilan ini berkat pengembangan kasus yang dilakukan oleh aparat, setelah pengungkapan kasus penyalahgunaan dan peredaran pil koplo jenis trihexypinedyl berskala kecil.

Direktur Reserse Narkoba Polda DIY Kombes Wisnu Widarto kepada sejumlah media, Jumat (16/03/2018) sore, menyebutkan penggerebekan hampir setengah juta pil koplo itu dilakukan Selasa (13/03/2018) malam, di kediaman FH, sebuah rumah kontrakan di Kampung Janturan UH 4 RT 19 RW 04 Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta.

“Jajaran Ditresnarkoba berhasil menggagalkan peredaran gelap obat-obat keras jenis trihexypinedyl atau yang biasa disebut trihex. Di kalangan anak muda populer dengan sebutan pil sapi atau pil Yarindo,” ujarnya.

Baca Juga :  Berburu Kuliner Zaman Sunan Giri di Bantul

Menurut Wisnu, pihaknya berhasil menangkap tersangka FH beserta rekannya sesama pengedar berinisial RFA berikut barang bukti ratusan ribu pil koplo.

“Barang bukti yang disita di antaranya 408 botol besar berisi tablet trihexypinedyl yang masing-masing berisi 1.000 butir. Kemudian 34 bungkus tablet diduga trihexypinedyl masing-masing berisi 1.000 butir, dan ada juga tiga botol trihexypinedyl. Total ada sekitar 445.000 butir pil koplo ini, kami juga menyita uang tunai sebesar Rp 3 juta,” ungkap dia.

Kombes Wisnu Widarto menambahkan, keberhasilan pengungkapan kasus peredaran hampir 500.000 butir pil koplo itu bermula dari dibongkarnya kasus serupa berskala kecil yang melibatkan pecandu yang mayoritas berasal dari kalangan generasi muda.

“Ada beberapa kasus yang diungkap Polda dan jajarannya, seperti Polres Sleman, Kota (Yogyakarta), Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul. Nah, dari banyaknya kasus yang diungkap, kami menduga ada bandar besar di DIY. Kemudian kami membentuk tim,” jelasnya kepada koranbernas.id.

Dibekuknya FH dan RFA, menurut Kombes Polisi Wisnu Widarto, setelah polisi mempelajari secara cermat alur distribusi atau peredaran gelap pasca-pengungkapan kasus di lima Polres dan Polresta yang melibatkan total 27 orang tersangka.

Baca Juga :  Akhirnya, Warga Terdampak Bandara Mulai Pindahan

“Ketika dilakukan penyelidikan yang lebih intensif oleh tim opsnal Ditresnarkoba Polda DIY, pada Selasa 13 Maret, pukul 18:30 tersangka RF ditangkap di depan Hotel Surya Citra Umbulharjo. Setelah dikembangkan, petugas juga menangkap FH dan menemukan barang bukti ratusan ribu pil Yarindo,” sebutnya.

Sampai saat ini, penyidik masih menyelidiki pemasok utama ratusan ribu pil koplo tersebut ke Yogyakarta. (sol)